Kamis, 28 November 2013

Sulitnya Bergerak

Pergerakan ini tak semulus ketika aku memepetkan dua buah rotering sehingga menghasilkan sudutan 90derajat, penuh cekalan disana-sini, banyak setan yang berlaku sinis padaku, bahkan ketika aku baru mengayunkan selangkah kaki, cekalan jelas di depan mata. Pandangan kabur seketika, aku kalah dalam pergerakan ini.

          Terjal, sangat-sangat terjal jalan yang aku telusuri. Sama terjalnya ketika aku menganalisis sebuah tapak, banyak lapisan yang harus ditembus sampai mendapatkan lapisan tanah asli, menentukan sebuah kontur yang terus tercekal elevasi satu kontur dengan kontur yang lain. Begitu pun dalam pergerakan yang aku lakukan, grasak-grusuk menyelinap masuk lembaga-lembaga demi menyampaika apa yang aku anggap benar. Belum lama mulutku berucap, sudah tersumpal dengan pendapat yang mereka yakini kebenarannya. Dan untuk yang kedua kalinya pergerakanku tercekal. Aku mencoba bergerak keluar dari zona itu, mencoba berbaur dengan individu-individu yang tak peka dengan hal ini, mencoba menyampaikan opini-opini islam, baik itu dalam bentuk selebaran-selebaran maupun berdiskusi peace to peace dengan mereka. Dan apa yang aku dapat ? selebaran itu mereka anggap hanya kertas lusuh tak ada arti, mereka mengacuhkanku, mereka apatis, membutakan mata dan menulikan telingaya. Sekalinya aku mendapatkan respon dalam diskusi itu, mereka mengajak debat kusir. Ini yang membuat aku benci ketika bergerak keluar. Aku lemah dalam hal ini.

          Pernah ketika aku memasuki sebuah tempat perbelanjaan ada seseorang yang nyinyir padaku, dia bilang aku sesat, te*****. Hanya karena aku berpakaian seperti ini hitam-hitam dengan bagpack berlafadzkan laillahailallah. Ada yang salah ?

          Ya Allah permudah aku dalam pergerakan ini, bukankah ini semata-mata untuk mengagungkan-Mu.


Semarang, 29 Nopember 2013
                                                                  
         Rina Mei

0 komentar:

Posting Komentar