Aku
terkoyak, terhempas hingga terjatuh. Menyusup mencari kebenaran hakiki
yang terkubur fitnah, retorika yang ku gaungkan terpental tak berbekal.
Berjuta faham kian meracuni, sekularisme, kapitalisme, sosialisme,
komunisme, pluralisme, nasionalisme mencengkram kuat dalam ummat.
Seuntai kata ingin ku lontarkan “ itu sistem setan” sistem yang membakar
peradaban.
Mesiu perubahan semakin merekat kuat,
tegap melawan ketidakpastian yang terus tertanamkan. Mercusuar kini
mulai ku daki, berlari mengejar kebenaran hakiki yang kini mulai
dipermainkan. Tak peduli kau membelokan pemahamanku, menggeser
pelan-pelan dan bersembunyi dibalik kamuflase iman. Ingin ku banting dan
ku lipat dalam genggaman.
Nafas ideologi itu, perlahan namun
pasti. Terasa menghujam kuat dalam jiwa. Dengan rasa kepengecutan yang
terus bergejolak. Keyakinan akan faham yang ku perjuangkan pasti bisa
melepaskan dari segala kebobrokan zona faham setan yang kini
mencengkram. Demokrasi yang kini diagung-agungkan, hanyalah sebuah ilusi
semata. Hingga tak mampu mensolusikan bagaimana api dapur akan tetap
menyala.
Radikal, aku tak peduli. Sesat, masa bodoh. Aku tahan
rasa ini hingga mengalir air mata hanya demi sebuah kebenaran. Andai aku
tak kuat menahan beban ini, ingin ku limpahakan semuanya keruang waktu.
Bertahan dengan segala kelemahanku membuat dadaku berasa bergetar
hebat. Aku takut tenggelam melawan kekejaman faham setan, bebaskan aku
dari angan-angan kosong, kulihat angan-angan itu tak lebih dari ilusi
semata. Berikan iman sebagai cahaya bagiku, kuatkan keyakinan pada
diriku.