Senin, 31 Maret 2014

Mungkin langkah ini akan terus berayun, entah sampai kapan. Seolah tak ingin kalah dengan ambisi ini. meski sesekali tersungkur, namun bangkit lagi. Tersandung, ahh.. sudah biasa. Seolah tak rela jika bayangan yang akan mendahului.

Kadang, langkah ini gontai, tak tentu arah..  Langkah ketidakpastian semakin menggebu memburu tiap detik yang aku adu dengan waktu.

ahhh....sudahlah 

Minggu, 30 Maret 2014

Yahhh... sebel itu ketika ngesend message tapi gak dibales, alasan seolah gak punya pulsalah, gak baca smslah, gak ada sms masuklah, gak ada pulsa buat bales, mau beli pulsa counter gak ada yang bukalah, gak ada waktu buat bales saking sibuknya. halahhhh

Selasa, 25 Maret 2014

Tak Peduli

Aku terkoyak, terhempas hingga terjatuh. Menyusup mencari kebenaran hakiki yang terkubur fitnah, retorika yang ku gaungkan terpental tak berbekal. Berjuta faham kian meracuni, sekularisme, kapitalisme, sosialisme, komunisme, pluralisme, nasionalisme mencengkram kuat dalam ummat. Seuntai kata ingin ku lontarkan “ itu sistem setan” sistem yang membakar peradaban.

Mesiu perubahan semakin merekat kuat, tegap melawan ketidakpastian yang terus tertanamkan. Mercusuar kini mulai ku daki, berlari mengejar kebenaran hakiki yang kini mulai dipermainkan. Tak peduli kau membelokan pemahamanku, menggeser pelan-pelan dan bersembunyi dibalik kamuflase iman. Ingin ku banting dan ku lipat dalam genggaman.

Nafas ideologi itu, perlahan namun pasti. Terasa menghujam kuat dalam jiwa. Dengan rasa kepengecutan yang terus bergejolak. Keyakinan akan faham yang ku perjuangkan pasti bisa melepaskan dari segala kebobrokan zona faham setan yang kini mencengkram. Demokrasi yang kini diagung-agungkan, hanyalah sebuah ilusi semata. Hingga tak mampu mensolusikan bagaimana api dapur akan tetap menyala.

Radikal, aku tak peduli. Sesat, masa bodoh. Aku tahan rasa ini hingga mengalir air mata hanya demi sebuah kebenaran. Andai aku tak kuat menahan beban ini, ingin ku limpahakan semuanya keruang waktu. Bertahan dengan segala kelemahanku membuat dadaku berasa bergetar hebat. Aku takut tenggelam melawan kekejaman faham setan, bebaskan aku dari angan-angan kosong, kulihat angan-angan itu tak lebih dari ilusi semata. Berikan iman sebagai cahaya bagiku, kuatkan keyakinan pada diriku.