Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juli 2013

HANYA UNTUK EMAK BAPAK

Seorang manusia lahir ke dunia
Menapak langkah dalam megah jagat raya
Tertatih, jatuh dan terbangun
Melangkah pasti tak pernah henti

Seorang bocah tanpa daya upaya
Berlari, bermimpi dan punya cita
Menggenggam dunia memimpin para manusia
Itu aneh dan tak pula masuk akal

Dia tumbuh seiring berjalan waktu
Semangat berapi tak pernah padam
Dapatkan impian tuk bahagia emak dan bapak
Hidup layak dan bergelimbang harta

Doa emak siang pagi tak pernah henti
Ayah pergi setiap hari..
Mengayunkan sepeda tua
Kerja berkeliling ke desa-desa..

Berjuta halangan dan rintangan
Tak hayal datang silih berganti
Hampir memupuskan semua mimpi
Tapi sekali lagi..
Semangatnya tak akan pernah berhenti.

Aku lelah, dan itu pasti lelah.
Aku tak patah semangat apalagi putus asa..
Berbagai cemoohan orang sekitar
Tak jua menghentikan langkah suci ini
Tuk bahagiakan kedua orang tercinta.
Hanya untuk emak bapak..

Oh, Tuhan.. Aku sungguh mencintaiMu.
Ijinkanlah kedua orangtuaku
Hidup bahagia, selalu dalam nikmatmu.

Oh Tuhan.. Aku sungguh mencintaiMu
Aku tak mau merelakan kedua orang tuaku
Menderita, hidup sengsara tak ada daya..
Hanya kepadaMu aku meminta..

Doa suci yang selalu ku panjatkan setiap hari
Cintaku pada Tuhan dan cinta orangtua
Aku tak bisa hidup tanpa mereka.
Dan aku juga tak kan mampu berdiri tanpa nafasMu

Allahu akbar.

Sukses pasti akan tiba..
Aku harus bersiap menyambutnya
Demi emak dan bapak..

UNTUK SIAPA SAJA

Ingin ku gali gundukan itu
Dan mencabut papan nama setiap dukaku
Biarlah nafasku memeluk tentangmu
Puisi-puisi gelap menimangku

Sajak berairmata merangkulku
Dan merambatkan tiap ratap disekitar gelap
Seolah kau utus jangkrik untuk memejamkan lelahku
Nyanyi cerita tentang dahaga merindu
Seolah kau titipkan restumu
Lewat dingin malam menyuap

Mantra-mantra penghapus basah tatapku
Tiap dendang lantun macapat mengiring sendu
Seperti suara hati yang tersampaikan padaku
Bahkan suara gitar berbeda saat anganku

Menuju kenangmu
Getar yang mencakar, melahirkan syair bak
pujangga berlagu
Ini untukmu, itu buatmu, dan doa sebagai bhaktiku

AKU MENYIMPAN TRAGEDI DALAM PUISI


Aku Menyimpan Tragedi Dalam Puisi
aku mengingat saat embun menjadi api
aku mencatat berapa perawan dibuntingi
aku melihat yang kemarin hidup pagi ini mati

Aku menyimpan tragedi dalam puisi

seorang anak kehilangan emak
seorang emak menggugurkan anak
seorang janda beranak tanpa bapak
seorang bapak membunuh anak

Aku menyimpan tragedi dalam puisi...


Puisi yang dipinggirkan oleh dunia dimana bapak bapak dan ibu ibu tak punya lagi dongeng untuk anaknya, puisi yang hilang dalam memori orang orang muda bergaji tinggi, puisi yang tak pernah hidup diantara hidup pejabat pencari kursi, puisi yang jalang mengumbar selangkang, yang koma di celah celah sepi, puisi yang mati saat aku mati...

Tapi aku telah menyimpan tragedi ini dalam puisi...