Tampilkan postingan dengan label karyaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karyaku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Oktober 2013

Fokuskan Tujuan

Alloh hanya menyediakan dua tempat untuk mereka yang taat pada syari'at-Nya yaitu surga dan neraka. Tidak ada tempat ketiga yang Dia siapkan untuk mereka yang galau dalam beribadah, yang bimbang dalam menjalankan halal haramnya Alloh, yang malah selalu taat pada halal haramnya manusia. Terkadang hanya karena perbedaan sepela dalam sholat, jengkal shaf mulai merenggang, saling punggung-punggungan, jalinan silahturahmi kian tak tertatakan.

Mencoba menilik pemahaman yang satu dengan yang satu, tidak ada pebedaan, semunya damai-damai saja. Kenapa ini semua diperdebatkan ? ada yang salah ? apa ? dalam konteks apa ?. Duduk berdampingan berubah jadi tuding-tudingan, hanya karena perbedaan persepsi. Muslimah yang berjilbab lebar, malah di kecam tak sadar perkembangan jaman. Yang ada jilbab tak syar'i diagung-agungkan, merebak hingga membius "wanita desa" yang terkalutkan. Perkembangan kini sangat mengharukan, kaum intelektual (sebut : mahasiswa) tidak dapat membedakan mana yang dimaksud jilbab dan mana yang harus disebut kerudung. Terkadang perlakuan mereka yang sinis pada muslimah yang berjilbab teramat tidak memanusiakan manusia. Apa yang salah ? toh sama-sama berpakaian. Seharusnya perlakuan sinis yang mereka lontarkan itu di tujukan pada tujuan yang tepat, pada mereka yang berpakaian tapi tidak berpakaian. coba tengok dan cemati  :

"Hendaknya menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikit pun, selain yang dikecualikan karena Allah berfirman, “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang biasa nampak.” (An-Nuur: 31) 

Masih belum paham ?

"Allah Subhannahu wa Ta’ala,“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (Al Ahzab :59).

So, berjilbab yukkk !!!



                                                                                                         Semarang, 24 Oktober 2013
 



Selasa, 22 Oktober 2013

Tertinggal

Aku bertanya kepada mereka yang tak sejalan, tertikam dalam hantaman jawaban itu. Mencoba croosing, sirkulasiku terjebak, berpura pada peraduan yang mereka lontar. Aku tangkap apa yang mereka lempar, sayang ini tak masuk akal, masih ragu dan tetap aku anggap wagu ucapannya itu. Mengumpat terus pada tameng yang ku siapkan tiap dua setengah jam dalam seminggu. Dia terus menghirupkan seberkas cahaya padaku. hampir mati, Dia terus memberikan enjeksi, hingga aku segar kembali.

Rabu, 16 Oktober 2013

jadilah yang unik

mungkin kita memang berbeda, melenceng dari mereka, mencoba bersembunyi pada sebuah syari'at yang mmang harus kita jalani. kita akan menjadi pasangan yang bahagia esok nanti. saat orang lain yang saling mencintai mereka rela2 berkorban padahal belum dalam ikatan yang halal. kita? lakukan yang berbeda dan jauh lebih unik. kita saling menjaga, bahkan saking saling menjaganya, kita tidak pernah tau siapa yang dimaksud dengan kita dalam konteks ini. tapi ada satu keyakinan yang selalu menyemai di dalam hatiku. bahwa keimanan kitalah yang akan menjaga kita, meski iman itu naik dan turun, semoga Allah melindungi kita.
jangan khawatir kita tidak berjumpa di penghujung nanti, tunggu aku disana. jangan kau jemput dalam keadaan kafir.

Kamis, 12 September 2013

METAMORPHOSIS


Hanya Metamorfosis yang membuatnya telanjang, yang mengalihkan pandangan. Sebuah revolusi yang menjadikan inovasi ini berlanjut tak berkutik. 

Kamis, 11 Juli 2013

TENTANG KITA (part I)


Assalamu’alaikum Wr.Wb
            Sebelum ane bercerita tentang sebuah perjuang hidup sang empat dara, terlebih dulu ane ucapin terimakasih kepada mereka yang telah mendukung dalam pembuatan catatan ini, terimakasih kepada Bu Siti seorang pedagang yang selalu setia mensuplai tenaga ane, sehingga catatan ini bisa di publikasikan. Urutan kedua setelah Bu Siti adalah Bu Gendong yang setia dengan nasi rames dan bala-balanya (bahasa sunda). Selain ibu-ibu yang tangguh itu ane ucapin terimakasih juga kepada mereka yang rutin berseliweran dengan motornya di jalanan Cempaka Sari sana, berkat kalian kami selalu solid, kenapa ??? Karena dengan mereka melewati jalan ini  kebersamaan kami semakin lengket, seperti kue lapis. Mungkin masih banyak lagi orang-orang yang terlibat dengan ini, pokoke matur nuhun sanget untuk semuanya ……..
          
  Catatan ini berkisah  tentang empat  dara yang sedang merajut asa, menggapai cita-cita demi kesenangan keluarga, dan nantinya masuk syurga .amiiinnnn…..Sebelum ane berkoar, ane punya peraturan buat kalian yang sedang membaca tuisan ini, nih peraturannya. Kalian kudu and wajib tahan senyum kekanan dan ke kiri dua centimeter, kemudian tahan selama kalian membaca tulisan ini. Tapi jika kalian terharu membaca catatan ini monggo sediakan tissue dan menangislah !!
            Niih ane perkenalkan tokoh-tokohnya :
Yang pertama ada ane “Rina Meirina” si penulis, pengarang, sekaligus sutradara dari catatan ini, ane lahir di ujung Barat jauh sana, tepatnya di Majalengka, sebuah kabupaten kecil yang ada di Jawa Barat. Wajarlah ketika ane ikut sebuah forum kemudian ane ditanya daerah asal ane, mereka kelabakan dan langsung buka google map’s, dan ternyata di google map pun tak ada ,dan itu sungguh TERLALU. Sekalinya mereka tau daerah ane, ya itu “majalengka di goyang” hal itu yang membuat ane tarik napas dalam-dalam. Karakter yang ane punya  setia kawan, jujur, baik hati, suka memberi, suka jajan, cerewat juga sih, percaya diri, tanggung jawab, masih banyak lagi deh pokoknya, ohh iya lupa ane pinter juga loh jangan salah gini-gini juara olimpiade fisika dan matematika, juara pidato juga ding. Diantara mereka (baca: berempat) ane menduduki posisi ketiga tercerewet setelah Anita Suliswati dan Retno Esti Purwanisih. Hebat bukann ??!!haha..(prestasi yang konyol), Banyaknya sih ane diem, di bilang pendiam nggak juga, di bilang cerewet nggak juga, buktinya tuh di atas ane di posisi ke tiga dari empat finalis terbawel. Apalagi ya yang belum ane jabarkan tentang riwayat ane ? ohh iya status ane seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi negeri. Hobi menulis, mengambar, dan jalan-jalan.Mungkin itu aja deskripsi tentang sang penulis, jika kalian (pembaca) masih penasaran silahkan tinggalkan komen !!
Nah yang kedua ane akan mendeskripsikan tentang Retno Esti Purwanisih, ingat Purwanisih, NO Purwaningsih, karena dia itu paling sensitip kalau namanya disebut itu salah. Dia berasal dari negerinya para gajah yaitu Lampung sebuah provinsi yang ada di Pulau Sumatra, karakternya itu keibuan, rajin, cerewet tentunya, baik, setia kawan banget dah, percaya diri, tanggung jawab, apa laginya ‘0’.Ohh iya Retno itu orangnya tinggi kurus     lansing (kutilang) sama sih perawakannya kayak Anita Suliswati. Dia juga punya kelebihan loh, eitts..bukan kelibahan dalam arti bisa menerwang sesuatu ya, dia itu bisa ngerajut, yaahh di banding kita bertiga sih keliatannya wooww banget karena memang kami tidak bisa ngerajut, tapi berkat Retno juga Wiwit dan Anita ketularan loh, mereka jadi gemar ngerajut, sayang aku tak seberuntung mereka, tuhan berkehendak lain, mungkin bukan bidangku untuk soal rajut-merajut, sepertinya Tuhan lebih senang ane berceloteh dan menguras otak lebih dalam lagi, bukan bidangku di kerajinan rajut itu.Tapi kalau urusan merajut asa sih ane pasti semangat banget.hehe
Wiwit Setyaningsih adalah tokoh ketiga yang akan ane jabarkan, asalnya dari kota batik (Pekalongan), paling pendiem diantara kami bertiga, ketika kami bertiga riyuh pikuk seperti bebek tatkala membahas sesuatu, temanku yang satu ini  cukup sebagai pendengar setia, tapi kadang dia juga sebagai tokoh penengah ketika kami beradu argument. Karakternya itu pendiem, baik, rajin, percaya diri, suka ngajarin kami bertiga AutoCAD juga, maklumlah diakan satu-satunya lulusan SMK diantara kami bertiga makanya dia itu paling mahir. Ane tak tau banyak tentang tokoh yang satu ini, maklumlah diakan pendiem, wajar sang sutradara tak terlalu mengeksposnya. Ngelesss aja nih penulis..
Tokoh pamungkas yang akan ane  ceritakan adalah Anita Suliswati, ia lahir di kota Pati, dan ia paling bangga dengan kotanya itu, karena di jadikan pabrik pusat makanan ringan yaitu (titttt sensor nanti iklan loh). Temenku yang satu ini paling aktif dalam berorganisasi mulai dari akademik sampai yang non akademik, salah satu organisasi yang sering ia promosikan itu yaitu silat, tak heran diantara kami bertiga dia yang paling kuat walaupun perawakannya yang kurus tinggi langsing itu, kami punya julukan buat temen yang satu ini “si kaki kuda” karena kakinya itu loh keras banget, keseringan olahraga dia mah. Karakter yang ia miliki setia, baik hati, jujur, tanggung jawab, ngirit (ngiritnya kebablasan), selalu semangat, rajin, dll pokoknya mah.
Huakkhh….sepertinya terlalu panjang, lebar, tinggi lagi pengenalan tokoh yang ane jabarkan, maklumlah sang sutradara terlalu bersemangat.
***
Hari senin adalah hari pertama kami kuliah dari deretan hari-hari dalam seminggu di kalender, selalu setiap ane berangkat ngampus selalu nyamper ke kostannya si Retno, pertimbangannya  banyak banget mulai dari jalannya yang teduh, akses menuju kampus juga cepet, dan yang paling nomer wahid biar ada temen ngampus. Kami pun berngakat menyusuri jalanan yang padat merayap dengan kendaraan motor yang saling kebut mengebut satu dengan yang lainnya. Bising, pengap, risih itu yang setiap hari kami hadapi selain kami harus berjalan bak militer satu persatu, sungguh ini tidak konservasi bukan ? dalam hal ini sang pengendara pun di tuntut untuk peka terhadap kami sang pejalan kaki, seharusnya mereka memprioritaskan kami.
Sesampainya di kampus ane dan Rento selalu menanti kedatangan mereka berdua (baca: Wiwit dan Anita). Setibanya mereka hiruk pikik tanda-tanda kehidupan pun mulai ramai lancar, ketika Anita memakai kerudung dan baju warnanya sama dengan si Retno, Retno pasti akan berkicau dengan hal itu, tak tanggung-tangung kicauannya itu akan sampai pulang ngampus, hal ini pernah ane teliti juga dan ternyata mengejutkan pemirsah, perdebatan kerudung dan baju yang menjadi trand topic di hari itu dan menduduki chat nomer satu.
Soto adalah makanan favorit temen ane yang satu ini siapa lagi kalau bukan Anita Suliswati dan yang menjadi targenya yaitu Bu Siti. Tak heran kalau ane pernah membuat sloga buat dia “makan soto dib u Siti ketemu sama si Sita ngajak bakar Sate, eh tiba-tiba si Sati dan si Sute nyamper ngajakin ke Setu” slogan itu yang ane selalu ejekin sama si Anita itu, kalau ceuk bahasa Sundana mah heureuy eta teh.
Setibanya di warung Bu Siti, dengan cekatan dia menyambut kami.
“Mau maem opo, mba ?” Tanyanya .
“Itu bu nasi sama ati, sama gulai juga”.kata Retno
Perlu diketahui Retno selalu menjadi nomer satu orang yang dilayani Bu Siti.
“Udah, mba ? ikasih sambel opo ora ?”tanyanya lagi.
“Nggak Bu, aku nggak suka sambel”.tambahnya.
Ini giliran ane nih yang akan dilayani, deg-degan rasanya seperti UN saja.
“mba nya maem sama apa ?”.bu Siti bertanya.
“Baso, kering tempe, sama kentang goreng ya bu, eh di kasih sambel juga .”jawabku.
Giliran yang ketiga siapa lagi kalau bukan Anita si soto maniak.
“mbanya maem opo ?”Tanya bu Siti ketiga kalinya.
“Sotonya bu ,pake nasi pake sambal juga.”jawabnya dengan muka lapar.
Dan ini layanan terakhir.
“manya maem apa ?”Tanya bu Siti.
“aku nasi sama daging yang gede ya bu .”jawab Wiwit dengan smailingnya.
“Minumnya opo mba ?” pertanyaan terakhir dari bu Siti.
“es teh bu semua.”jawab Retno.
Setelah selesai makan saatnya mengeluarkan kocek.
“Nit aku pinjem duit kamu ya?”dengan muka melas ane.
“iya, tapi besok bayar ya ?!”.balasnya denagn raut wajah yang tak ikhlas.
“iya janji kalau aku punya duit tak kembaiin deh ,Nit.”balasku.
                            
            Perut telah terisi, kami pun melanjutkan perjalanan. Karena kondisi lebar jalan yang hanya tiga meter bahkan dua setengah deh kayaknya (ane beum ngukur sih). Kami pun kembali berjejer satu banjar ke belekang, bahkan Retno mengeluarkan statementnya:
“kita itu seperti bebek saja ya, tiap pergi dan pulang selalu rapih kek gini”.Dengan nada khas Lampugnya.
            Sampailah kami pun di “tikungan maut”, ya pertigaan tempat kami bepisah. Ane ke arah selatan Retno masuk ke area kostnya yang tepat di tikungan maut itu, sedangkan Wiwit dan Anita ke arah barat.
            Itulah rutinitas kami yang mungkin akan selalu teringat dalam otak, rutinitas yang akan selalu kami kaitankan dan padu padankan dengan akhlak, sampai nanti kita akan selamat.aminnn……………..
***
            Pemirsah ini baru part 1 lho, masih ada part-part selanjutnya. So don’t worry be happy. Ane pamit dulu yaa, terimakasih telah membacanya., semoga menginspirasi.
            Wassalamualaikum Wr.Wb

  
                                                                                                   Semarang, 10 April 2013
                                                                                                                        Rina meirina

TENTANG KITA (PART II)


Hallo..Hallo..Hallo…..
          Ane nongol lagi nih, pasti sobat Blogger udeh kagak sabar lagi pengen baca lanjutan cerita “Tenteng Kita” yeee….Oke..oke tenang, ane suguhin deh special pake telor, coklat, apa keju buat sobat blogger sekalian. ,,,
          Part II ini ane tulis di sela-sela kesibukan ane pemirsah ( so, sibuk banget ). Rehat gambar ane langsung capcus nulis pemirsah, ane iseng-iseng buka postingan blog eh ternyata ketemu postingan ane yang pertama ane luncurin. Dan kemudian terbersit untuk melanjutkan mosting Part II nya, awalnya sih ane ragu, soalnya hawa males terus menggelayuti, mata Nampak sipit, tangan males mijit keyboard, ide pun hilang entah kemana. Tapi berkat dorongan sobat blogger semua yang kekeh peuteukeuh (baca : memaksa) untuk lanjutin part II nya, dengan senang hati ane terbitin deh. Dan inilah hasilnya CEKIDOTTT…. ^_^

***
          Ane bingung nih mau cerita dari mana ? mungkin sobat blogger masih inget ya sampe rutinitas kami sehri-hari, mulai dari perjuangan jalan kaki demi duduk di bangku kampus, ya semacam jalan baris bak bebek yang sedang di angon, hehe. Trus rutinitas yang kedua kami yaitu ngantre makan di warungnya Bu Siti, sampe nyeritain makanan favorit kami. Yahh begitulah kira-kira sepenggal kisah “Tentang Kita Part I ”.
          Oke ane mulai cerita dari pengalaman kami (baca : ane, Retno, Anita, Wiwit) yang berpetualang ke negerinya para raja (ciee gaya banget ya), ya ialah kamikan kemarin tepatnya tanggal 7 Mei melakukan penelitian di sebuah rumah Raja tau gak pemirsah, sekali lagi ane ulang Raja. Eitzzz bukan nama sebuah group band ya. Sebenarynya sih dalam cerita Part II ini ane tidak hanya berkoar tentang kami berempat, tapi kami ke sana bersama yang lainnya juga , perlu di sebutin gak sih pemirsah, oke ane sebutin nih orang-orang yang terlibat dalam petualangan itu.
Pertama ada Nazar Maulan Ashari, dia itu seorang manusia (ya ialah). Maksud ane dia itu seorang komting di rombel ane,  sekaligus dia juga sebagai ketua dalam ekspedisi kami itu,haha.
 kedua ada Muhamad Hadi Muchlison, sebutannya Muklis ya sobat blogger. Dia itu paling pandai berbahasa Jawa Kromo. Makanya gak salah kami menunjuknya sebagai pewawancara, secara yang jadi narasumbernyakan golongan kratton, dia itu asli wong Blitar, Jawa Timur. Ehh iya ane certain hobinya ya , dia itu hobbi banget mostingin apa aja yang dia ikutin kaya misalnya diakan masuk suatu organisasi yang ada di kampus, nah dia pasti bela-belain tuh organisasi. Makanya dia selalu stay cool tuh di depan leppynya.
Yang ketiga ada Muhamad Fersi Nurul Haq, Mr. narsis sekaligus alay. Dia di amanahin sama bapak ketua (baca : Nazar Maulana Ashari) untuk di bagian foto memoto bangunan yang akan kita survey, kenapa ketua kasih amanah seprti itu. Dia punya beberapa pertimbangan sobat , ane beberin nih :
1.      Dia itu orangnya narsis, setiapa ada kamera langsuh tuh dia siap berfose,
2.    Kalian tau gak, dalam sehari dia bisa ganti foto profil berapa kali ? “please deh jangan Tanya “.kalau kata si Rizqi Dwi Alfiyanto atau yang akrab di sebut Alfin. Dia itu dalam sehari bisa ganti tuh pp bisa lima kali dalam sehari brooo..
3.    Selain itu dia juga punya manfaat jga sih, bisa ngambil posisi yang tepat untk di foto ( eitzz jangan GR loh fer ..!!)
Yah mungkin itu petimbangan bapak ketua alias Nazar Maulana Ashari menunjuk dia sebagai tukang foto ,haha
          Oke sobat blogger di posisi yang ke empat ada Mas Ahmad Kasan, tau gak sih loh dia itu pinter bangeuut daam menggambar struktur, gak salah deh kita pivat ame dia. Maklumlah diakan jebolan SMK yahh sudah punya bekallah dia. Oke sip kita tinggalin maslah itu, yuk mari kita lompat !!(penulis kacau nih)
          Ke lima ada Rizki Dwi Alfiyanto atau yang sering disebut Alfin, eitzz sebutan Alfin ini bukan sebutan nama sebuag tokoh di salah satu film kartun yah mas broo and mba sist, dia asli Tegal punya pemirsah Tegal Laka-Laka. Haha. Gak heran ngomongnya aja ngapak githu , aja kaya koelah, atau apalah ane kagak ngerti.
          Dan yang terakhir ada CaturAfif, dia asli anak Semarang gan, gak heranlah dia hafal betul jalanan Semarang ,(teruss apa urusannya coba) #penulisnya ngantuk kalinya, 2 hari kagak tidur. Mirisss L
          Nah, sobat blogger itulah tokoh-tokoh yang akan bermain pada episode “Tentang Kita Part II” ini. So, don’t worry stay kalem yee depan lepyy loh-loh pada.

***
         


          Tepatnya 7 mei 2013 kami memulai ekspedisi ke negri para raja, jam pun menunjukan pukul 04.25. Dengan mata penuh pelangi mereka berkumpul di depan kost ane, ane sih tenang aja wong ngumpunya juga di kost ane. So, teu usah riweuh (santaiiiiiii). Pukul 04.30 kami bersiap berdoa dengan dipimpin sang ketua (baca :  Nazar Maulana Ashari), ane pun celengak-celinguk tengok kanan tengok kiri, pandangan ane kepentok sama wajahnya Anita, dalam hati ane sedikit terkekeh, ternyata dalam do’nya dia masih ngantuk pemirsah. Setelah berdo’a kami pun ngeksis dulu sebelum go to the Cap to the Cus (CAPCUS)

          Heyy lihat kawan wajah-wajah lusuh mereka, maklumlah wajah sang Arsitek (amiiinnnn) yang kagak tidur 7 hari 7 malam kayang bang toyib aja yaahh…eitzzz tapi terlihat juga wajah yang nampak sumringah  dengan senyum tersungging di ujung gigi gingsulnya (lihat ganbar kedua dari kanan). Tak ada tampak muka ngantuknya, pemirsah..,bukan hany dia loh yang terlihat seger, nohh lihat barisan ceweknya juga senyumnya itu loh ke kanan 2 cm ke kiri 2 cm dan di tahan 7 menit (maksudnya tahan pas sekali jepretan foto, sits and bro). Ehh… nampak juga pak ketua sama mas Kasan yang keliatan tertidur lelap iki, weleh-weleh hebat betul mereka sampai berdiri pun berasa tidur, gak nyadar lagi di foto.
          Tepat pukul 05.00 kami pun mulai tancap gas menuju target. Di tengah perjalanan kami beriringan yuppz seperti orang konfoylah atau dengan kalimat sederhana seperti demo buruh yang menuntut kenaikan gaji.
          Jalanan yang dingin tak kami hiraukan, hawa dingin menembus tulang-tulang kuat kami, angin yang berhembus tak kalah beradu dengan kecepatan yang super cepat kami laju. Terkadang kami pun mencari kehangatan di balik knalpot bus ataupun truk yang memang khas dengan kehangatannya. Sunggug suatu perbuatan yang konyol pemisah, tapi tak apalah dari pada masuk angin, mending ternyiur angin knalpot dong.haha
          Sesekali kami pun berhenti, meski hanya untuk meluruskan urat-urat yang tegang. Tapi itu memang penting.
          Sungguh ane kagum dengan kebersamaan dan kekompakan ini pemirsah, kita itu kompak yaaa kompak sekali sampai-sampai saking kompaknya salah pemberhentian sobat blogger. Ya, sudahlah…….
          Heyyy sobat ini dulu ya yang bisa ane tulis, pasti sobat bloger menggrutu.”kok ceritanya gantung sih ?” . oke nanti ane lanjut lagi pemirsah, see you tomorrow.