Honai terdiri dari 2 lantai yaitu lantai pertama
sebagai tempat tidur dan lantai kedua untuk tempat bersantai, makan, dan
mengerjakan kerajinan tangan. Karena dibangun 2 lantai, Honai memiliki tinggi
kurang lebih 2,5 meter. Pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat
api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu
untuk kaum laki-laki (disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi
(disebut Wamai).
Rumah Honai mempunyai fungsi antara
lain
- Tempat
menyimpan alat-alat perang
- Tempat
mendidik dan menasehati anak-anak lelaki agar bisa menjadi orang berguna
di masa depan.
- Tempat
untuk merencanakan atau mengatur strategi perang agar dapat berhasil dalam
pertempuran atau perang.
- Tempat
menyimpan alat-alat atau simbol dari adat orang Dani yang sudah ditekuni
sejak dulu
Rumah adat Honai Filosofi bangunan
Honai, ,melingkar atau bulat artinya :
- Dengan
kesatuan dan persatuan yang paling tinggi kita mempertahankan budaya yang
telah diperthankan oleh nene moyang kita dari dulu hingga saat ini.
- Dengan
tinggal dalam satu honai maka kita sehati, sepikir dan satu tujuan dalam
menyelesaikan suatu pekerjaan.
- Honai
merupakan symbol dari kepribadian dan merupakan martabat orang Dani yang
harus dijaga oleh keturunan Dani di masa yang akan datang.
Suhu rata-rata di daerah sana 190°C
pada umumnya suku Dani bermukim di dataran tinggi yang ketinggiannya 2500 meter
di atas permukaaan laut.
BENTUK
Bentuk Honai
yang bulat tersebut dirancang untuk menghindari cuaca dingin ataupun karena
tiupan angin yang kencang.
ATAP
Honai memiliki bentuk atap bulat kerucut. Bentuk atap ini berfungsi untuk
melindungi seluruh permukaan dinding agar tidak mengenai dinding ketika hujan
turun.
Atap honai terbuat dari susunan lingkaran-lingkaran besar yang terbuat
dari kayu buah sedang yang dibakar di tanah dan diikat menjadi satu di
bagian atas sehingga membentuk dome. Empat pohon muda juga diikat di tingkat
paling atas dan vertikal membentuk persegi kecil untuk perapian.
Penutup atap terbuat dari jerami yang diikat di luar dome. Lapisan jerami yang
tebal membentuk atap dome, bertujuan menghangatan ruangan di malam hari.
Jerami cocok digunakan untuk daerah yang beriklim dingin. Karena jerami ringan
dan lentur memudahkan suku Dani membuat atap serta jerami mampu menyerap
goncangan gempa.
PERLENGKAPAN DAN BAHAN PEMBUAT HONAI
Kebiasaaan dari suku atau orang dani dalam membangun honai yaitu mereka mencari
kayu yang memang kuat dan dapat bertahan dalam waktu yang lama atau
bertahun-tahun. Bahan yang digunakan sebagai berikut:
1. Kayu besi (oopir) digunakan sebagai tiang tengah
2. Kayu buah besar
3. Kayu batu yang paling besar
4. Kayu buah sedang
5. Jagat (mbore/pinde)
6. Tali
7. Alang-alang
8. Papan yang dikupas
9. Papan las,dll
DINDING DAN BUKAAN
Honai mempunyai pintu kecil dan jendela-jendela yang kecil, jendela-jendela ini
berfungsi memancarkan sinar ke dalam ruangan tertutup itu, ada pula Honai yang
tidak memiliki jendela, pada umumnya untuk Honai perempuan.
Jika anda masuk ke dalam honai ini maka di dalam cukup hangat dan gelap karena
tidak terdapat jendela dan hanya ada satu pintu. Pintunya begitu pendek
sehingga harus menunduk jika akan masuk ke rumah Honai. Dimalam hari
menggunakan penerangan kayu bakar di dalam Honai dengan menggali tanah
didalamnya sebagai tungku selain menerangi bara api juga bermanfaat untuk
menghangatkan tubuh. Jika tidur mereka tidak menggunakan dipan atau kasur,
mereka beralas rerumputan kering yang dibawa dari kebun atau ladang. Umumnya
mereka mengganti jika sudah terlalu lama karena banyak terdapat kutu babi.
KETINGGIAN BANGUNAN
Rumah Honai mempunyai tinggi 2,5-5 meter dengan diameter 4-6 meter. Honai
ditinggali oleh 5-10 orang dan rumah ini biasanya dibagi menjadi 3 bangunan
terpisah. Satu bangunan digunakan untuk tempat beristirahat (tidur).
Bangunan kedua untuk tempat makan bersama dimana biasanya mereka makan
beramai-ramai dan bangunan ketiga untuk kandang ternak. Rumah honai juga
biasanya terbagi menjadi 2 tingkat. Lantai dasar dan lantai satu di hubungkan
dengan tangga yang terbuat dari bambu. Biasanya pria tidur melingkar di lantai
dasar , dengan kepala di tengah dan kaki di pinggir luarnya, demikian juga cara
tidur para wanita di lantai satu.
KELEBIHAN
Dalam pembuatannya material yang digunakan adalah material yang berasal dari
alam sekitar sana karena itu biaya yang dikeluarkan hanya sedikit, selain itu
bangunan adat ini bersifat ramah lingkungan.
KEKURANGAN
Karena tidak ada jendela ruangan didalamnya menjadi gelap
Karena tidak memiliki sumur dan sebuah sungai jernih jauh dari tempat tinngal
mereka jadi kebutuhan air bersih sangat minim




0 komentar:
Posting Komentar