Jumat, 12 Juli 2013

masih dalam keraguan itu


Di sisi lain aku  mengerti tentang ini, namun tak mudah aku bisa terpaut kuat memahami, sering kali aku terpengaruh hegomoni duniawi. Yang ada semuanya jadi semu kembali.

Sering terbersit sebuah keinginan dalam diri untuk menancapkan keteguhan iman yang hakiki, anehnya tujuan itu sering terkikis oleh sebuah kemaluan hati yang sebenarnya harus bisa aku singkiri.

Hari ini kembali lagi, kembali berkecamuknya hati yang meronta untuk dimanjakan sang pemiliknya. Aku tau keinginan yang berasal dari hati ini fitrah adanya, dan ini tentunya mencerminkan keadaan sang empunya hati.

Kulirik sebuah kopi di pojakan meja sana, baunya tak lagi mengaroma, warnanya pun telah lekam, berbeda dengan air putih yang ku taruh kemarin, aromanya memang tak ada tapi tak beubah warna, putih ya putih dan tak akan berubah menjadi hitam atau pun merah.

Aku umpamakan hidup ini seperti kopi dan air putih itu, mereka berbeda.
Ahh……….apasih, tulisanku mulai ngalntur ngalor ngidul, ini cerminan diri yang sedang terpukul.

Waktu menunjukan pukul 02.00 kantuk pun tak kunjung jua. Kulirik mereka yang ada di balik tembok sana, ahh…sudah tak ada tanda-tanda kehidupan, mereka telah terbang ke nirwana sana.

Tercengang tatkala mendengar bunyi kentongan, apa itu ? aku kira waktu mulai pagi, ahh… sial ternyata waktu masih menunjukan pukul 02.30, dan ternyata suara itu berasal dari penjual ronde yang setia lewat depan kostan  menemani malam-malam ketika aku lembur.

Terkadang pikiranku terasuki arwah-arwah sesat, mereka menggodaku untuk menjauhi segala perintah-Mu Tuhan, tak jarang akupun larut dalam kenistaan itu, padahal aku paham betul apa yang sedang aku lakukan kala itu.

Rutinitasku dewasa kini sudah tersita catatan-catatan yang menggariskan masa depanku mau aku taruh dimana, entah di atas mejakah, kolong meja, atau bahkan aku simpan rapat-rapat dalam hati.aishhh….aku tak paham betul, yang jelas ini sudah tulisan sang illahi.

Rasa ingin untuk mengulang hidup mundur 15 tahun yang lalu, bermain sesuka hati, tanpa ada yang terpikiri. Berbeda dengan kini, yang sudah terikat tali. Aku pun tak bisa berkutik, aku tercekik, dan terhimpit.
Sayang waktuku tak akan kembali, tak seperti doraemon yang punya alat pemutar waktu. 

Kamis, 11 Juli 2013

TENTANG KITA (part I)


Assalamu’alaikum Wr.Wb
            Sebelum ane bercerita tentang sebuah perjuang hidup sang empat dara, terlebih dulu ane ucapin terimakasih kepada mereka yang telah mendukung dalam pembuatan catatan ini, terimakasih kepada Bu Siti seorang pedagang yang selalu setia mensuplai tenaga ane, sehingga catatan ini bisa di publikasikan. Urutan kedua setelah Bu Siti adalah Bu Gendong yang setia dengan nasi rames dan bala-balanya (bahasa sunda). Selain ibu-ibu yang tangguh itu ane ucapin terimakasih juga kepada mereka yang rutin berseliweran dengan motornya di jalanan Cempaka Sari sana, berkat kalian kami selalu solid, kenapa ??? Karena dengan mereka melewati jalan ini  kebersamaan kami semakin lengket, seperti kue lapis. Mungkin masih banyak lagi orang-orang yang terlibat dengan ini, pokoke matur nuhun sanget untuk semuanya ……..
          
  Catatan ini berkisah  tentang empat  dara yang sedang merajut asa, menggapai cita-cita demi kesenangan keluarga, dan nantinya masuk syurga .amiiinnnn…..Sebelum ane berkoar, ane punya peraturan buat kalian yang sedang membaca tuisan ini, nih peraturannya. Kalian kudu and wajib tahan senyum kekanan dan ke kiri dua centimeter, kemudian tahan selama kalian membaca tulisan ini. Tapi jika kalian terharu membaca catatan ini monggo sediakan tissue dan menangislah !!
            Niih ane perkenalkan tokoh-tokohnya :
Yang pertama ada ane “Rina Meirina” si penulis, pengarang, sekaligus sutradara dari catatan ini, ane lahir di ujung Barat jauh sana, tepatnya di Majalengka, sebuah kabupaten kecil yang ada di Jawa Barat. Wajarlah ketika ane ikut sebuah forum kemudian ane ditanya daerah asal ane, mereka kelabakan dan langsung buka google map’s, dan ternyata di google map pun tak ada ,dan itu sungguh TERLALU. Sekalinya mereka tau daerah ane, ya itu “majalengka di goyang” hal itu yang membuat ane tarik napas dalam-dalam. Karakter yang ane punya  setia kawan, jujur, baik hati, suka memberi, suka jajan, cerewat juga sih, percaya diri, tanggung jawab, masih banyak lagi deh pokoknya, ohh iya lupa ane pinter juga loh jangan salah gini-gini juara olimpiade fisika dan matematika, juara pidato juga ding. Diantara mereka (baca: berempat) ane menduduki posisi ketiga tercerewet setelah Anita Suliswati dan Retno Esti Purwanisih. Hebat bukann ??!!haha..(prestasi yang konyol), Banyaknya sih ane diem, di bilang pendiam nggak juga, di bilang cerewet nggak juga, buktinya tuh di atas ane di posisi ke tiga dari empat finalis terbawel. Apalagi ya yang belum ane jabarkan tentang riwayat ane ? ohh iya status ane seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi negeri. Hobi menulis, mengambar, dan jalan-jalan.Mungkin itu aja deskripsi tentang sang penulis, jika kalian (pembaca) masih penasaran silahkan tinggalkan komen !!
Nah yang kedua ane akan mendeskripsikan tentang Retno Esti Purwanisih, ingat Purwanisih, NO Purwaningsih, karena dia itu paling sensitip kalau namanya disebut itu salah. Dia berasal dari negerinya para gajah yaitu Lampung sebuah provinsi yang ada di Pulau Sumatra, karakternya itu keibuan, rajin, cerewet tentunya, baik, setia kawan banget dah, percaya diri, tanggung jawab, apa laginya ‘0’.Ohh iya Retno itu orangnya tinggi kurus     lansing (kutilang) sama sih perawakannya kayak Anita Suliswati. Dia juga punya kelebihan loh, eitts..bukan kelibahan dalam arti bisa menerwang sesuatu ya, dia itu bisa ngerajut, yaahh di banding kita bertiga sih keliatannya wooww banget karena memang kami tidak bisa ngerajut, tapi berkat Retno juga Wiwit dan Anita ketularan loh, mereka jadi gemar ngerajut, sayang aku tak seberuntung mereka, tuhan berkehendak lain, mungkin bukan bidangku untuk soal rajut-merajut, sepertinya Tuhan lebih senang ane berceloteh dan menguras otak lebih dalam lagi, bukan bidangku di kerajinan rajut itu.Tapi kalau urusan merajut asa sih ane pasti semangat banget.hehe
Wiwit Setyaningsih adalah tokoh ketiga yang akan ane jabarkan, asalnya dari kota batik (Pekalongan), paling pendiem diantara kami bertiga, ketika kami bertiga riyuh pikuk seperti bebek tatkala membahas sesuatu, temanku yang satu ini  cukup sebagai pendengar setia, tapi kadang dia juga sebagai tokoh penengah ketika kami beradu argument. Karakternya itu pendiem, baik, rajin, percaya diri, suka ngajarin kami bertiga AutoCAD juga, maklumlah diakan satu-satunya lulusan SMK diantara kami bertiga makanya dia itu paling mahir. Ane tak tau banyak tentang tokoh yang satu ini, maklumlah diakan pendiem, wajar sang sutradara tak terlalu mengeksposnya. Ngelesss aja nih penulis..
Tokoh pamungkas yang akan ane  ceritakan adalah Anita Suliswati, ia lahir di kota Pati, dan ia paling bangga dengan kotanya itu, karena di jadikan pabrik pusat makanan ringan yaitu (titttt sensor nanti iklan loh). Temenku yang satu ini paling aktif dalam berorganisasi mulai dari akademik sampai yang non akademik, salah satu organisasi yang sering ia promosikan itu yaitu silat, tak heran diantara kami bertiga dia yang paling kuat walaupun perawakannya yang kurus tinggi langsing itu, kami punya julukan buat temen yang satu ini “si kaki kuda” karena kakinya itu loh keras banget, keseringan olahraga dia mah. Karakter yang ia miliki setia, baik hati, jujur, tanggung jawab, ngirit (ngiritnya kebablasan), selalu semangat, rajin, dll pokoknya mah.
Huakkhh….sepertinya terlalu panjang, lebar, tinggi lagi pengenalan tokoh yang ane jabarkan, maklumlah sang sutradara terlalu bersemangat.
***
Hari senin adalah hari pertama kami kuliah dari deretan hari-hari dalam seminggu di kalender, selalu setiap ane berangkat ngampus selalu nyamper ke kostannya si Retno, pertimbangannya  banyak banget mulai dari jalannya yang teduh, akses menuju kampus juga cepet, dan yang paling nomer wahid biar ada temen ngampus. Kami pun berngakat menyusuri jalanan yang padat merayap dengan kendaraan motor yang saling kebut mengebut satu dengan yang lainnya. Bising, pengap, risih itu yang setiap hari kami hadapi selain kami harus berjalan bak militer satu persatu, sungguh ini tidak konservasi bukan ? dalam hal ini sang pengendara pun di tuntut untuk peka terhadap kami sang pejalan kaki, seharusnya mereka memprioritaskan kami.
Sesampainya di kampus ane dan Rento selalu menanti kedatangan mereka berdua (baca: Wiwit dan Anita). Setibanya mereka hiruk pikik tanda-tanda kehidupan pun mulai ramai lancar, ketika Anita memakai kerudung dan baju warnanya sama dengan si Retno, Retno pasti akan berkicau dengan hal itu, tak tanggung-tangung kicauannya itu akan sampai pulang ngampus, hal ini pernah ane teliti juga dan ternyata mengejutkan pemirsah, perdebatan kerudung dan baju yang menjadi trand topic di hari itu dan menduduki chat nomer satu.
Soto adalah makanan favorit temen ane yang satu ini siapa lagi kalau bukan Anita Suliswati dan yang menjadi targenya yaitu Bu Siti. Tak heran kalau ane pernah membuat sloga buat dia “makan soto dib u Siti ketemu sama si Sita ngajak bakar Sate, eh tiba-tiba si Sati dan si Sute nyamper ngajakin ke Setu” slogan itu yang ane selalu ejekin sama si Anita itu, kalau ceuk bahasa Sundana mah heureuy eta teh.
Setibanya di warung Bu Siti, dengan cekatan dia menyambut kami.
“Mau maem opo, mba ?” Tanyanya .
“Itu bu nasi sama ati, sama gulai juga”.kata Retno
Perlu diketahui Retno selalu menjadi nomer satu orang yang dilayani Bu Siti.
“Udah, mba ? ikasih sambel opo ora ?”tanyanya lagi.
“Nggak Bu, aku nggak suka sambel”.tambahnya.
Ini giliran ane nih yang akan dilayani, deg-degan rasanya seperti UN saja.
“mba nya maem sama apa ?”.bu Siti bertanya.
“Baso, kering tempe, sama kentang goreng ya bu, eh di kasih sambel juga .”jawabku.
Giliran yang ketiga siapa lagi kalau bukan Anita si soto maniak.
“mbanya maem opo ?”Tanya bu Siti ketiga kalinya.
“Sotonya bu ,pake nasi pake sambal juga.”jawabnya dengan muka lapar.
Dan ini layanan terakhir.
“manya maem apa ?”Tanya bu Siti.
“aku nasi sama daging yang gede ya bu .”jawab Wiwit dengan smailingnya.
“Minumnya opo mba ?” pertanyaan terakhir dari bu Siti.
“es teh bu semua.”jawab Retno.
Setelah selesai makan saatnya mengeluarkan kocek.
“Nit aku pinjem duit kamu ya?”dengan muka melas ane.
“iya, tapi besok bayar ya ?!”.balasnya denagn raut wajah yang tak ikhlas.
“iya janji kalau aku punya duit tak kembaiin deh ,Nit.”balasku.
                            
            Perut telah terisi, kami pun melanjutkan perjalanan. Karena kondisi lebar jalan yang hanya tiga meter bahkan dua setengah deh kayaknya (ane beum ngukur sih). Kami pun kembali berjejer satu banjar ke belekang, bahkan Retno mengeluarkan statementnya:
“kita itu seperti bebek saja ya, tiap pergi dan pulang selalu rapih kek gini”.Dengan nada khas Lampugnya.
            Sampailah kami pun di “tikungan maut”, ya pertigaan tempat kami bepisah. Ane ke arah selatan Retno masuk ke area kostnya yang tepat di tikungan maut itu, sedangkan Wiwit dan Anita ke arah barat.
            Itulah rutinitas kami yang mungkin akan selalu teringat dalam otak, rutinitas yang akan selalu kami kaitankan dan padu padankan dengan akhlak, sampai nanti kita akan selamat.aminnn……………..
***
            Pemirsah ini baru part 1 lho, masih ada part-part selanjutnya. So don’t worry be happy. Ane pamit dulu yaa, terimakasih telah membacanya., semoga menginspirasi.
            Wassalamualaikum Wr.Wb

  
                                                                                                   Semarang, 10 April 2013
                                                                                                                        Rina meirina

BUKANKAH SAMA


Aku tak mengerti dengan apa yang terjadi pada negeri yang damai ini, negeri yang digadang-gadang dengan penduduk muslim terbesar di dunia atau bahkan mungkin sampai di akherat juga.Tak paham betul aku.
          Negeriku ini sunggh beraneka ragam dimulai dari bahasa, tingkah laku, adat istiadat, dan masih banyak lagi yang lainnya (ini bukan lagu lho).Dengan keberanekaragaman ini sampai-sampai para koruptor negeri ini merasa terlindungi hak asasinya dengan mereka mengamankan semboyan “bhineka tunggal ika”.Lantas apa yang membedakan antara si miskin yang tetap mempertahankan bangku sekolahnya dengan si kaya yang menggoyang-goyangkan bangkunya itu.Bukankah kasus ini sama dengan kasus si tikus hitam itu ?Entahlah apa yang harus di perbuat.Disaat mereka terinjak-injak ada pada posisi manakah wahai kau elite politik ?apakah kau sedang berada pada posisi nyaman anda ?
          Kapan anda pernah melihat kami tersenyum lebar ?mengangkat ketiak pun kami tak pernah, sungguh kami takut pada kalian.Kami takut tangan-tangan bersih kami terciprat na*** kalian.Kaki kami pun terasa sempit untuk melenglang di negeri yang luas ini, ya terasa sempit karena peraturan-peraturan konyol kalian.Kami sadar kami hanya bagian terkecil dari kehidupan kalian, mungkin hanya setitik noda yang akan dengan gampang kalian cuci.
          Peraturan konyol kalian membuat kami risih, jika kami melanggar peraturan itu mungkin karena kami buta bahkan mungkin tuli atau mungkin karena gagap dengan peraturan itu.
Satu teriakan dari kami, bahwa kami ini sama.Sama-sama berada pada system yang salah,.    

TUJUAN YANG BERBELOK

Lupakan tujuan awal, beloklah untuk tujuan yang murni karena aqidah yang kuat, "berubah" ya mungkin itu kata yang tepat bagiku saat ini, berubah ke tujuan yang lebih baik lagi, heyy.. kamu sadarlah ini bukan omongan sesama manusia tapi ini perintah Allah SWT dan kamu wajib untuk itu!!

Namun terkadang juga kondisi lingkungan tak bersahabat untuk setiap perubahanku ini, aku takut kalau-kalau nanti kalian akan menjudgeku seperti yang aku tak harapkan.Sungguh ketakutanku ini semakin memuncak tatkala mereka berkoar atas kebebasan yang mereka anut.Ingatlah sketchmu tak akan selamanya kosong, kamu pasti akan menggoresnya dengan entah itu pensil, drawing pen, atau bahkan spidol permanen sekalipun.Tujuan awalmu itu "kotor" bersihkanlah kekotoran itu dengan kamu berbelok dan menyamping atau bahkan putar arah agar kamu menemukan tujuan yang benar-benar sesuai dengan ajaranmu itu.

Bukan mereka yang akan menanggung dosamu nanti di hari akhir, tapi kamulah yang akan menerima konsekuensinya nanti.Jadikan celotehan merekan sebagai motivasi untuk kau menyusuri jalan yang kau cari, teruslah berjalan, jika kau sudah tak mampu merangkaklah, sungguh kakimu pasti akan setia menemanimu untuk mencari jalan yang benar.Ketika ada perempatan yang merancukan pikiranmu, tanyalah pada orang sekitar (baca:orang yang paham aqidah) mereka pasti tak akan menyesatkanmu.Dan jika kamu masih ragu kemanakah langkah kakimu harus melaju ketika di perempatan tanyalah pada kompas (baca:Al-Qur'an).

Sekarang akan aku lakukanlah tujuan yang telah aku revisi itu,meski tak mudah tapi ini tak akan salah.Tuhanku pasti akan di sampingku menyaksikanku untuk meniti jalan-Nya itu agar aku tak gelap arah.

TAKUT TERSINGKIR

Aku takut, takut tersingkir dari peradaban ini, terpukul dan terhempas bayangan itu selalu menghantui, entah dari mana pikiran ini muncul, terngiang selalu bertanya pada hati, bagaimana jikalau nanti aku terhempas, tersingkir, terlempar jauh dari orang-orang yang mendiamkan aku ?

Diam, termenung, mengurung diri, dan atau aku harus mencari sebuah terobosan baru agar aku bisa mempertahan diri dari kejamnya peradaban ini.Ahh..sepertinya itu bagian tersulit dalam hidup.Tapi akankah dengan diamnya aku bisa teguh mempertahankan posisi pada peradaban ini.Tak begitu paham betul aku untuk urusan ini.

Gejolak hati masih menggebu seolah peradaban ingin memburu.Kaki akan tetap berpijak pada sebuah aqidah yang selalu aku yakini akan kebenarannya,tubuh pun akan aku tagapkan tatkala dia merunduk kelelahan menghadapi kerasnya peradaban ini.

Tuhan izinkan aku untuk mempertahankan dan menyebarkan semua apa yang telah Kau perintahkan, meski peradaban ini terus melaju, aku ingin hidupku ini di bingkai dengan apa yang telah kau kalamkan (baca:Al-Qur'an) agar hidupku mempunyai tujuan dan tak terhempas peradaban.

MUNGKIN BESOK


 Tak ada yang tau kapan datangnya ajal, mungkin besok atau bahkan saat ini, hanya Tuhan yang mempunyai jawabnya itu.Aku takut, ketika ajal menjemputku dalam keadaan tak beriman pada-Mu.Baju yang selama ini aku pakai sesaat akan berubah, hanya akan menjadi selembar kain berwarna putih.Rumah yang megah akan menyempit dan nantinya aku pun akan terhimpit,terjepit, dan terpekik.
            Sebuah simulasi kematian mungkin pernah anda rasakan,pinsan adalah simulasi kematian terdekat.Dalam keadaan seperti itu apa yang anda rasakan ?Aku takut ketika malaikat-Mu menjemputku, posisiku jauh dari orang yang aku kasihi (baca:orang tua).
Entah kematian itu kapan datangnya, hanya Tuhan yang tau. Belum cukup bekalku untuk kematian itu. Denting yang berbunyi mungkin itu yang akan dikenang ketika aku nanti pergi, orang akan mengingat kapan kita mati lewat denting itu. Jalan yang telah aku lalui mungkin ada sebagian yang tak Kau ridhoi, aku ingin mempebaiki itu, jadi aku mohon izinkan aku memperbaiki jalan itu agar aku dapat melenglang dengan keridhoan-Mu.

REVOLUSI

Ini adalah awal aku membuka lembaran baru, lembaran yang akan ku susun kata demi kata, kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf, atau bahkan nanti aku akan menghabiskan setumpuk buku untuk menjadi saksi revolusiku ini.

Revolusi terjadi tepatnya pada hari minggu, ya hari yang dianggap sebagian orang adalah hari yang ditungu.Aku menemukan ini ketika ada sosok motivasi yang membuat aku mengharu biru atas rangkaian kata dan itu membuat aku sadar akan kehidupan ini.Selama ini aku telah dibutakan oleh aturan-aturan konyol buatan kalian, tuli terhadap seruan Tuhan yang jelas-jelas tidak akan menyesatkan.Tapi kenapa kalain seolah tutup telinga terhadap itu ?bukankah kalian mengetahui akan hal itu ?apakah kalian lupa akan tiga pertanyaan besar yang selalu menimpa kalian sejak dalam rahim ?

Tuhan izinkan aku untuk merevolusi mereka agar mereka kembali ke jalan-Mu, bukankah ajakan berdakwah itu merupakan suatu kewajiban untuk setiap manusia ?maka permudahlah aku untuk mengemban amanah-Mu.Aku takut nanti mereka menjadi kupur terhadap-Mu.

Terimakasih aku sampaikan untuk mereka yang telah merubahku hingga aku sadar betul akan arti dari sebuah kehidupan, yaa kehidupan yang ada di bawah naungan khilfah rasydah.

Allahuakbar...!!!

BUTUH PENGUAT

Berharap ada penguat untuk diri yang tak tegak, meski hanya sebilah "bambu" tak apa.Kondisi ini membuat aku menjadi canggung, yaa malu pada mereka yang telah merevolusiku hingga aku telah memantapkan hati ketika itu, namun kini hati mulai renggang penguat itu luntur dan mengendur, kemana mereka? apa mereka pergi begitu saja ?disaat seperti ini aku berjumpa dengan tema baru, baru untuk aku yang telah bertekad untuk ikut dengan golongan pertamaku.

Sungguh berbeda tema yang kudapat hari ini, tak seperti kalian yang terus membakar semangatku untuk menegakkan khilafah.Bimbang alasan pertamaku, aku takut mengecewakan mereka, tapi aku juga takut menghianati perjanjian yang telah aku ucap.

Tuhan beri penguat untuk diri, agar tak mudah goyah dan berjalan pun tak akan salah.Berikan kekuatan pada hamba-Mu  untuk terus melenglang di jalan-Mu.

Gumam hati terus menggeliat, melihat mereka yang kurang siasat.Terpekik pada sebuah keadaan yang memaksaku untuk berdiam dan hanya menanti sebuah kepuasan.

Entahlah apa yang salah, apa perlu aku menyalahkan mereka ?sungguh sebuah pengambilan keputusan yang bodoh."Heyyy... mereka itu benar.."terus siapa yang salah ??systemlah yang salah dan kamu wajib merubah.
"dengan apa aku merubah ?"
"dengan bergabung pada mereka golongan pertama?"
"lantas aku harus meninggalkan tema kedua ?"


"luruskan jalan mereka dan ajak gabunglah pada golongan pertama!!"

Semakin runyam saja,
Heyyyy.......aku butuh pondasi untuk memperkokoh keyakinanku!!!!

SENJAKU

Ini masalah tekanan yang sampai senja datang, meski mataku terpejam senja tetap terpandang, entah mengapa waktunya itu selalu aku gadang. Mereka yang berada di ujung Barat jauh sana mungkin sedang menantiku, yaa menanti kedatanganku, lama tak jumpa membuat senja ini semakin tabu dan membuat aku lesu tak ada lagi semangat yang menggebu. Dulu saat mentari tertelan waktu engkau selalu disampingku ibu, tapi kini masa indah itu terlukiskan oleh senja yang entah akan terulang lagi kapan kan bergulat dengan waktu.


Jarak ini yang membedakan datangnya senja, diujung timur ini kusambut senjaku dengan waktu yang mungkin mereka anggap terlalu dini untuk menyambutnya. Barat jauh sana mungkin mereka sedang sibuk dengan keringatnya, cucurannya itu yang akan meyambut pada senja hari. Ketika senja datang mereka selalu bertanya.
"bagaimana pendapatan kita di siang hari ini ?"

"dapat berapa laba yang mereka kumpulkan ?"

"akan makan apa nanti sepeninggal senja ini ?"

bayangan ini yang selalu terngiang dalam ingatan, tekanan ini yang membuat aku yakin akan senja yang akan terulang kembali, kembali pada indahnya senja sore hari.

Tuhan jadikan senja-senja ini senja yang indah, agar nanti aku kisahkan pada mereka di ujung Barat jauh sana.

Semakin menggebu tatkala senja terhiasi lembayung yang terender, dan bayangnya menyelinap pada lamunan-lamunan senja, sehingga menguatkan posisi untuk tak tergeser. Ketakutan akan senja yang tak terulang kadang masih menhantuiku, Rasa takut ini mulai menjalar pada siang sebelum senja beradu.

Aku titip senja untuk mereka yang berada di ujung Barat jauh sana.

KOPI dan SUSU

Aku takut goncangan kuat nanti akan menggoyangkan komitmen yang telah ku susun rapih dalam otakku, takut kalau-kalau nanti aku hilang kendali, hancur tak berarti.
Memang ini hanya lamunan konyol yang mungkin untuk sebagian dari mereka tak penting, yaa bagi mereka ini hanya dentingan sebuah ilusi yang nanti akan tertanam waktu.Tapi bagiku tidak, ini sebuah perjuangan yang telah lama aku nanti susah payanh aku meniti, dalam sepi, sunyi, sendiri, aku meniti ini hanya untuk mendapat ridho dari sang ilahi, mungkin sampai nanti jikalau aku mati, ilmuku nanti akan bermanfaat bagi mereka yang berkomitmen tinggi.

Ahh... ini hanya nostalgiaku di ujung gelas berisi susu, yaa sama seperti melipat baju di bawah bantal.Sungguh saat-saat seperti inilah aku jatuh dan jatuh sejatuh-jatuhnya jatuh (entah itu apa namanya) ^_^

Biarlah entah mungkin mereka akan merubahku seperti apa, seperti power rangerkah, atau pahlawan bertopeng,Yang jelas ini masalah goncangan yang di senja hari muncul, bukan karena aku tak sepaham dengan mereka, bukan juga karena aku haus perhatian mereka, sekali lagi TIDAK !!!

Ini masalah prinsip loh, prinsip ini yang akan aku pegang erat-erat.Bukan celotehan manusia, bukan suruhan guru, dan bukan juga atas patwa sang ustadz, ini masalah aku dengan Tuhan.Wajarkah aku bilang "kalian tahu apa ?".

Segelas susu masih setia berdampingan dengan secangkir kopi, mulut pun masih terasa ngilu mau pilih mana, otak pun menggeleng ketika di hadapkan pada dua pilihan itu.Tangan pun bingung harus mengambil yang mana terlebih dahulu, pikiran rancu mulai menggelayuti bayang-bayang nan semu.

Ahh..perumpamaan ini persis kondisiku saat ini.

HABIS GELAP, TAK KUNJUNG TERANG

Disini aku terbaring, merasakan segala derita yang teramat rancu, tergelepak tak juga tegak. Lama kondisi ini aku derita, hitungan hari, bulan,bahkan tahun, tak kunjung terang gelap ini. Aku butuh lentera untuk kebangkitanku, butuh cahaya yang mampu menegakkanu. Meski cahaya itu muncul dai celah-celah bambu tak apa, setidaknya ada cahaya.

Ak terjatuh dalam kondisi gelap ini, tersungkur mereka yang bercahaya. Sesekali aku terinjak oleh mereka sang penegak. Menoleh ,Ahhhgrr..... sayang mata ini sudah buta. Tolong lambaikan tanganmu ! padaku yang masih tersapu oleh mereka yang seperti hantu.

Heyyy aku disini, tepat di depanmu, jangan bilang kau tak lihat, karena tubuhk jauh lebih berat.

"Wahh... oarang-orang di negeri ini ramah, sopan, dan santun. Melihat orang-orag yang saling tegur sapa antar sesama, berjalan bergandengan antar agama. Kekayaan negeriku sangat supeeerrr sekali, bahkan lebih super dari kata-katanya Om Mario, sang penegaknya murah hati, suka memberi, tak pernah saling membenci bahkan mendengki. Aissshhhhh......Penduduk negeri initak ada yang sakit, busung bahkan kelaparan karena bertahun-tahun tak makan. Semuanya sejahtera.-_-

Anak-anak pergi sekolah dengan wajah sumringah, karena akses yang mereka tempuh sungguh mudah. Pendidikan di negeri ini pun sangat baik. Pengajarnya rajin, pintar, bernudi pekerti luhur pula ,wajarlah pribahasa ini ( guru itu wajib di gugu dan di tiru).

Aisshhhhhh.... tak ada jeleknya negeri ini, pokoknya adem ayem tentrem pula. Para pejabatnya jujur, adil, dan suka menegakkan peraturan yang di buatnya. Tak ada korupsi, kolusi, bahkan nepotisme. Senangnya jadi anak negeri ini."


Wahhh.... ternyata aku terbangun, terbangun dari tidur lelapku. Ternyata itu semua hanya MIMPI. Nyamannya bermimpi di negeri ini. Hingga akhirnya aku bingung antara mimpi dan kenyataan. ^_ ^



TENTANG RAGUKU


Aku mulai ragu dengan apa yang kalian laju. Bukan aku so tahu, tapi ini bertolak belakang dengan apa yang aku dapat di majelis ilmuku. Boleh saja kalian menjudge pemahamanku frontal, tepatnya tak sepaham dengan pemikiran kalian. Jujur aku tak mempersalahkan. Bahkan aku tak meragukan apa yang kalian dapatkan.
          Sore itu aku terus berpacu menuju majelis ilmu. Rasa ragu mulai menggerutu. Ahh … aku bosan dengan pedebatan ini.
          Pernah terbersit pikiran konyalku. Ingin aku copot saja kepalaku ini, agar aku bisa membersihkan sisa-sisa kebodohanku pada otak ini. Hello itu konyol sist, terus ? apa harus saya laundry saja ? ide bagus…lebih cepat lebih baik .OK ..
          Ya Allah, aku ragu. Dan benar-benar ragu seragu-ragunya ragu (entah apa namanya ).
          Tak terasa kajianku yang rutin aku ikuti sekali dalam seminggu, sebenarnya telah menjadi jawaban termukhtahir yang pernah ada di dunia ini. Kajian ini telah lengkap dan rinci menjawab keragu-raguanku, hanya saja aku masih takut pada kalian yang berada di sekitarku. Takut kalian memandangku dengan sebelah mata (mata yg satu nye merem dong).
          Sudahlah ini masalah waktu saja , nanti kamu terbiasa. Tapi kapan ? besok ? bulan depan ? atau malah tidak berubah sama sekali ? kamu bego. Berubah kok nunggu waktu. Terus aku harus gimana ? langkahkan terus kakimu, jangan kau ulang lagi, jalanmu sudah jauh. Hanya orang bodoh yang mau mengulangnya kembali.

ANEH


Aneh...benar-benar aneh. masih saja ada orang mengaku muslim tapi tak setuju Khilafah. Jika ada orang mengaku demokratis tapi tak setuju dengan negara demokrasi, apa nama yg cocok utknya? jika ada orang mengaku sekuler tapi tak suka negara sekuler, apa juga namanya? Nah ini muslim mengaku mencintai Nabi saw tapi benci dan tak suka bahkan menentang Khilafah, apa juga namanya?

Kalo ada kyai atau ulama khawatir ketika khilafah berdiri ketokohannya hilang atau tdk dihargai, maka ketahuilah Khilafahlah yg memuliakan para ulama dan tokoh Islam. sejak Jaman Nabi saw hingga Khilafah terakhir.

Kalo ada PNS spt guru atau peawai dinas teknis spt pertanian khawatir karirnya setelah khilafah berdiri, maka ketahuilah insyaalloh anda semua bisa tetap menjadi pegawai khilafah dg gaji dan fasilitas yg jauh lebih baik dari saat ini. yg lebih penting semua dg syariah shg kerja dpt pahala dan ga perlu korupsi

Kalo ada tentara atau polisi khawatir karirnya ketika khilafah berdiri, ketahuilah bhw anda akan mulia dunia akhirat. medan jihad akan terbuka lebar hingga anda hidup mulia atau mati syahid. dg gaji dan fasilitas memadai, apalagi ada kesempatan memperoleh ghonimah dari perang yg anda ikuti. kalo polisi anda akan mjd penegak hukum alloh dan balasannya jika ikhlas adalah surga. tdk spt skrg tentara dan polisi dihinakan dg hukum kufur. hanya utk sejahtera mrk hrs byk melakukan pelnggaran hukum.

Jika ada hakim dan jaksa juga pengacara paanoid thd nasibnya pasca khilafah berdiri maka pahamilah, anda semua akan dimuliakan dg hukum Alloh, jk anda layak anda bisa diangkat jadi qodhi tapi jika tak menguasai fikih masih sgt banyak profesi lain yg akan dibuka oleh negara khilafah.

Jika ada orang kafir yg khawatir nasibnya ketika hidup dalam khilafah maka ketahuilah Khilafah merupakan penjamin harta, darah dan kehormatan anda. tidak ada satupun sistem yg bisa menjamin itu semua kecuali khilafah termasuk sistem demokrasi ini hanya menghinakan manusia dan menyengsarakan rakyat termasuk anda.sebagai warga negara khilafah (ahlu dzimmah) maka anda memiliki hak dan kewajiban yg sama dg rakyat lain yg muslim. Semua hukum islam berlaku utk anda dan seluruh rakyat kecuali dalam maslah ibadah, makanan, minuman, pakaian (sesuai kebijakan kholifah krn terkait dg kesopanan umum) dan pernikahan yg mana kholifah akan mengangkat hakim khusus dari agama anda utk menyelesaikan masalah pernikahan dan perceraian. disamping khilafah akan menjamin kesejahteraan anda sbg rakyat. anda tdk akan dipaksa masuk islam. lihatlah fakta ttg kristen koptik di mesir dan nasroni palestina masih eksis hingga kini

SEHINGGA PENDEK KATA, JIKA SISTEM KUFUR DEMOKRASI MENGAJAK KITA KE NERAKA SUKA ATAU TIDAK, MAKA KHILAFAH MENGAJAK KITA KE SURGA. BUKAN HANYA DI AKHIRAT TAPI JUGA DI DUNIA.

HANYA UNTUK EMAK BAPAK

Seorang manusia lahir ke dunia
Menapak langkah dalam megah jagat raya
Tertatih, jatuh dan terbangun
Melangkah pasti tak pernah henti

Seorang bocah tanpa daya upaya
Berlari, bermimpi dan punya cita
Menggenggam dunia memimpin para manusia
Itu aneh dan tak pula masuk akal

Dia tumbuh seiring berjalan waktu
Semangat berapi tak pernah padam
Dapatkan impian tuk bahagia emak dan bapak
Hidup layak dan bergelimbang harta

Doa emak siang pagi tak pernah henti
Ayah pergi setiap hari..
Mengayunkan sepeda tua
Kerja berkeliling ke desa-desa..

Berjuta halangan dan rintangan
Tak hayal datang silih berganti
Hampir memupuskan semua mimpi
Tapi sekali lagi..
Semangatnya tak akan pernah berhenti.

Aku lelah, dan itu pasti lelah.
Aku tak patah semangat apalagi putus asa..
Berbagai cemoohan orang sekitar
Tak jua menghentikan langkah suci ini
Tuk bahagiakan kedua orang tercinta.
Hanya untuk emak bapak..

Oh, Tuhan.. Aku sungguh mencintaiMu.
Ijinkanlah kedua orangtuaku
Hidup bahagia, selalu dalam nikmatmu.

Oh Tuhan.. Aku sungguh mencintaiMu
Aku tak mau merelakan kedua orang tuaku
Menderita, hidup sengsara tak ada daya..
Hanya kepadaMu aku meminta..

Doa suci yang selalu ku panjatkan setiap hari
Cintaku pada Tuhan dan cinta orangtua
Aku tak bisa hidup tanpa mereka.
Dan aku juga tak kan mampu berdiri tanpa nafasMu

Allahu akbar.

Sukses pasti akan tiba..
Aku harus bersiap menyambutnya
Demi emak dan bapak..

UNTUK SIAPA SAJA

Ingin ku gali gundukan itu
Dan mencabut papan nama setiap dukaku
Biarlah nafasku memeluk tentangmu
Puisi-puisi gelap menimangku

Sajak berairmata merangkulku
Dan merambatkan tiap ratap disekitar gelap
Seolah kau utus jangkrik untuk memejamkan lelahku
Nyanyi cerita tentang dahaga merindu
Seolah kau titipkan restumu
Lewat dingin malam menyuap

Mantra-mantra penghapus basah tatapku
Tiap dendang lantun macapat mengiring sendu
Seperti suara hati yang tersampaikan padaku
Bahkan suara gitar berbeda saat anganku

Menuju kenangmu
Getar yang mencakar, melahirkan syair bak
pujangga berlagu
Ini untukmu, itu buatmu, dan doa sebagai bhaktiku

TENTANG KITA (PART II)


Hallo..Hallo..Hallo…..
          Ane nongol lagi nih, pasti sobat Blogger udeh kagak sabar lagi pengen baca lanjutan cerita “Tenteng Kita” yeee….Oke..oke tenang, ane suguhin deh special pake telor, coklat, apa keju buat sobat blogger sekalian. ,,,
          Part II ini ane tulis di sela-sela kesibukan ane pemirsah ( so, sibuk banget ). Rehat gambar ane langsung capcus nulis pemirsah, ane iseng-iseng buka postingan blog eh ternyata ketemu postingan ane yang pertama ane luncurin. Dan kemudian terbersit untuk melanjutkan mosting Part II nya, awalnya sih ane ragu, soalnya hawa males terus menggelayuti, mata Nampak sipit, tangan males mijit keyboard, ide pun hilang entah kemana. Tapi berkat dorongan sobat blogger semua yang kekeh peuteukeuh (baca : memaksa) untuk lanjutin part II nya, dengan senang hati ane terbitin deh. Dan inilah hasilnya CEKIDOTTT…. ^_^

***
          Ane bingung nih mau cerita dari mana ? mungkin sobat blogger masih inget ya sampe rutinitas kami sehri-hari, mulai dari perjuangan jalan kaki demi duduk di bangku kampus, ya semacam jalan baris bak bebek yang sedang di angon, hehe. Trus rutinitas yang kedua kami yaitu ngantre makan di warungnya Bu Siti, sampe nyeritain makanan favorit kami. Yahh begitulah kira-kira sepenggal kisah “Tentang Kita Part I ”.
          Oke ane mulai cerita dari pengalaman kami (baca : ane, Retno, Anita, Wiwit) yang berpetualang ke negerinya para raja (ciee gaya banget ya), ya ialah kamikan kemarin tepatnya tanggal 7 Mei melakukan penelitian di sebuah rumah Raja tau gak pemirsah, sekali lagi ane ulang Raja. Eitzzz bukan nama sebuah group band ya. Sebenarynya sih dalam cerita Part II ini ane tidak hanya berkoar tentang kami berempat, tapi kami ke sana bersama yang lainnya juga , perlu di sebutin gak sih pemirsah, oke ane sebutin nih orang-orang yang terlibat dalam petualangan itu.
Pertama ada Nazar Maulan Ashari, dia itu seorang manusia (ya ialah). Maksud ane dia itu seorang komting di rombel ane,  sekaligus dia juga sebagai ketua dalam ekspedisi kami itu,haha.
 kedua ada Muhamad Hadi Muchlison, sebutannya Muklis ya sobat blogger. Dia itu paling pandai berbahasa Jawa Kromo. Makanya gak salah kami menunjuknya sebagai pewawancara, secara yang jadi narasumbernyakan golongan kratton, dia itu asli wong Blitar, Jawa Timur. Ehh iya ane certain hobinya ya , dia itu hobbi banget mostingin apa aja yang dia ikutin kaya misalnya diakan masuk suatu organisasi yang ada di kampus, nah dia pasti bela-belain tuh organisasi. Makanya dia selalu stay cool tuh di depan leppynya.
Yang ketiga ada Muhamad Fersi Nurul Haq, Mr. narsis sekaligus alay. Dia di amanahin sama bapak ketua (baca : Nazar Maulana Ashari) untuk di bagian foto memoto bangunan yang akan kita survey, kenapa ketua kasih amanah seprti itu. Dia punya beberapa pertimbangan sobat , ane beberin nih :
1.      Dia itu orangnya narsis, setiapa ada kamera langsuh tuh dia siap berfose,
2.    Kalian tau gak, dalam sehari dia bisa ganti foto profil berapa kali ? “please deh jangan Tanya “.kalau kata si Rizqi Dwi Alfiyanto atau yang akrab di sebut Alfin. Dia itu dalam sehari bisa ganti tuh pp bisa lima kali dalam sehari brooo..
3.    Selain itu dia juga punya manfaat jga sih, bisa ngambil posisi yang tepat untk di foto ( eitzz jangan GR loh fer ..!!)
Yah mungkin itu petimbangan bapak ketua alias Nazar Maulana Ashari menunjuk dia sebagai tukang foto ,haha
          Oke sobat blogger di posisi yang ke empat ada Mas Ahmad Kasan, tau gak sih loh dia itu pinter bangeuut daam menggambar struktur, gak salah deh kita pivat ame dia. Maklumlah diakan jebolan SMK yahh sudah punya bekallah dia. Oke sip kita tinggalin maslah itu, yuk mari kita lompat !!(penulis kacau nih)
          Ke lima ada Rizki Dwi Alfiyanto atau yang sering disebut Alfin, eitzz sebutan Alfin ini bukan sebutan nama sebuag tokoh di salah satu film kartun yah mas broo and mba sist, dia asli Tegal punya pemirsah Tegal Laka-Laka. Haha. Gak heran ngomongnya aja ngapak githu , aja kaya koelah, atau apalah ane kagak ngerti.
          Dan yang terakhir ada CaturAfif, dia asli anak Semarang gan, gak heranlah dia hafal betul jalanan Semarang ,(teruss apa urusannya coba) #penulisnya ngantuk kalinya, 2 hari kagak tidur. Mirisss L
          Nah, sobat blogger itulah tokoh-tokoh yang akan bermain pada episode “Tentang Kita Part II” ini. So, don’t worry stay kalem yee depan lepyy loh-loh pada.

***
         


          Tepatnya 7 mei 2013 kami memulai ekspedisi ke negri para raja, jam pun menunjukan pukul 04.25. Dengan mata penuh pelangi mereka berkumpul di depan kost ane, ane sih tenang aja wong ngumpunya juga di kost ane. So, teu usah riweuh (santaiiiiiii). Pukul 04.30 kami bersiap berdoa dengan dipimpin sang ketua (baca :  Nazar Maulana Ashari), ane pun celengak-celinguk tengok kanan tengok kiri, pandangan ane kepentok sama wajahnya Anita, dalam hati ane sedikit terkekeh, ternyata dalam do’nya dia masih ngantuk pemirsah. Setelah berdo’a kami pun ngeksis dulu sebelum go to the Cap to the Cus (CAPCUS)

          Heyy lihat kawan wajah-wajah lusuh mereka, maklumlah wajah sang Arsitek (amiiinnnn) yang kagak tidur 7 hari 7 malam kayang bang toyib aja yaahh…eitzzz tapi terlihat juga wajah yang nampak sumringah  dengan senyum tersungging di ujung gigi gingsulnya (lihat ganbar kedua dari kanan). Tak ada tampak muka ngantuknya, pemirsah..,bukan hany dia loh yang terlihat seger, nohh lihat barisan ceweknya juga senyumnya itu loh ke kanan 2 cm ke kiri 2 cm dan di tahan 7 menit (maksudnya tahan pas sekali jepretan foto, sits and bro). Ehh… nampak juga pak ketua sama mas Kasan yang keliatan tertidur lelap iki, weleh-weleh hebat betul mereka sampai berdiri pun berasa tidur, gak nyadar lagi di foto.
          Tepat pukul 05.00 kami pun mulai tancap gas menuju target. Di tengah perjalanan kami beriringan yuppz seperti orang konfoylah atau dengan kalimat sederhana seperti demo buruh yang menuntut kenaikan gaji.
          Jalanan yang dingin tak kami hiraukan, hawa dingin menembus tulang-tulang kuat kami, angin yang berhembus tak kalah beradu dengan kecepatan yang super cepat kami laju. Terkadang kami pun mencari kehangatan di balik knalpot bus ataupun truk yang memang khas dengan kehangatannya. Sunggug suatu perbuatan yang konyol pemisah, tapi tak apalah dari pada masuk angin, mending ternyiur angin knalpot dong.haha
          Sesekali kami pun berhenti, meski hanya untuk meluruskan urat-urat yang tegang. Tapi itu memang penting.
          Sungguh ane kagum dengan kebersamaan dan kekompakan ini pemirsah, kita itu kompak yaaa kompak sekali sampai-sampai saking kompaknya salah pemberhentian sobat blogger. Ya, sudahlah…….
          Heyyy sobat ini dulu ya yang bisa ane tulis, pasti sobat bloger menggrutu.”kok ceritanya gantung sih ?” . oke nanti ane lanjut lagi pemirsah, see you tomorrow.