Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juni 2015

Kita Dalam Kungkungan Waktu



Matahari yang merajai angkasa pun mempunyai durasi.
Umur! Setiap makhluk mempunyai umur sendiri! Manusia adalah makhluk, yang juga akan mengalami akhir yang sama dengan makhluk lainnya. 
Manusia berada dalam kungkungan waktu dan dikeroposi oleh waktu secara alamiah.
Kita lahir sebagai bayi, beranjak dewasa, merenta, kehilangan energi, lalu mati! 
Kesadaran akan keberakhiran ini akan melahirkan pertanyaan mengenai awal dan bagaimana menjalani kehidupan. Ini masalah klasik dari awalan manusia ada hingga saat ini.
Dan semuanya musti melewati masalah ini dari mana? untuk apa? akan kemana?

Selasa, 01 April 2014

Berani Karena Ideologi

Nafas ideologi itu perlahan tapi pasti, terasa menghujam kuat dalam jiwa. Dengan segala rasa minder dan kepengecutan saya diwaktu kecil hingga remaja, sungguh menjadikan saya tak mudah untuk bersosialisasi  dengan banyak pihak ketika dewasa kini. Namun, satu dorongan kuat akhirnya menguatkan dan meyakinkan saya, pasti bisa keluar dari zona yang mengkerangkeng itu. Dan dorongan akan keberanian itu, sepenuhnya lahir karena landasan ideologi yang terbangun sejak saya duduk dibangku kuliah.

Lebih dari itu, dorongan ideologi telah meniscayakan untuk berani melakukan suatu perubahan. Jika menolak, ideologi itu akan membisiki bahwa saya mampu melakukannya. Allah akan membantu saya. Jika saya masih merasa minder dan malu, maka karena ideologi pula akhirnya saya berpikir bahwa ini bukan tempat yang tepat untuk meletakan rasa malu. Malu itu, semestinya ketika kita berani melabrak aturan-aturanNya. Bukan justru saat harus menyeru manusia untuk kembali pada aturanNya.

Akhirnya, perlahn-lahan, karena dorongan ideologi Islam yang agung, saya mulai berani berhadapan dengan orang yang bergelar tinggi, status sosial tingi dan lainnya. Meski memang hanya menjadi bemper, tapi tak masalah. Karena justru dari sinilah ternyata saya bisa belajar untuk lebih dewasa, dan ini kadang-kadang membuat saya berpikir bahwa mungkin tidak selamanya saya akan berhadapan dengan remaja atau mahasiswa. Akan ada saatnya kelak, barangkali takdir akan mengantar saya untuk berhadapan dengan tokoh besar, hebat, terkenal, dll. (siapa taukan ,haha ). bagi orang lain mungkin ini hal sepele karena mudah untuk melakukannya. tapi bagi saya ini merupakan anugrah yang sangat besar. Dan saya harus menghargainya, setidaknya dengan berusaha mempersembahkan yang terbaik untuk ideologi ini, yang telah menjadikan saya lebih berani. :)

Kamis, 28 November 2013

Sulitnya Bergerak

Pergerakan ini tak semulus ketika aku memepetkan dua buah rotering sehingga menghasilkan sudutan 90derajat, penuh cekalan disana-sini, banyak setan yang berlaku sinis padaku, bahkan ketika aku baru mengayunkan selangkah kaki, cekalan jelas di depan mata. Pandangan kabur seketika, aku kalah dalam pergerakan ini.

          Terjal, sangat-sangat terjal jalan yang aku telusuri. Sama terjalnya ketika aku menganalisis sebuah tapak, banyak lapisan yang harus ditembus sampai mendapatkan lapisan tanah asli, menentukan sebuah kontur yang terus tercekal elevasi satu kontur dengan kontur yang lain. Begitu pun dalam pergerakan yang aku lakukan, grasak-grusuk menyelinap masuk lembaga-lembaga demi menyampaika apa yang aku anggap benar. Belum lama mulutku berucap, sudah tersumpal dengan pendapat yang mereka yakini kebenarannya. Dan untuk yang kedua kalinya pergerakanku tercekal. Aku mencoba bergerak keluar dari zona itu, mencoba berbaur dengan individu-individu yang tak peka dengan hal ini, mencoba menyampaikan opini-opini islam, baik itu dalam bentuk selebaran-selebaran maupun berdiskusi peace to peace dengan mereka. Dan apa yang aku dapat ? selebaran itu mereka anggap hanya kertas lusuh tak ada arti, mereka mengacuhkanku, mereka apatis, membutakan mata dan menulikan telingaya. Sekalinya aku mendapatkan respon dalam diskusi itu, mereka mengajak debat kusir. Ini yang membuat aku benci ketika bergerak keluar. Aku lemah dalam hal ini.

          Pernah ketika aku memasuki sebuah tempat perbelanjaan ada seseorang yang nyinyir padaku, dia bilang aku sesat, te*****. Hanya karena aku berpakaian seperti ini hitam-hitam dengan bagpack berlafadzkan laillahailallah. Ada yang salah ?

          Ya Allah permudah aku dalam pergerakan ini, bukankah ini semata-mata untuk mengagungkan-Mu.


Semarang, 29 Nopember 2013
                                                                  
         Rina Mei

Rabu, 13 November 2013

Lantas Siapa yang Salah ?

Gara-gara dituduh mencuri empat batang tebu dan setandan pisang, dua anak di bawah umur di Banyuwangi dipaksa bercampur dengan tahanan dewasa.

Miris. Angka tindak kiminalitas yang melibatkan anak-anak di berbagai daerah di Indonesia melonjak tajam. Komnas Perlindungn Anak mencatat kasus kriminalitas tersebut meliputi pencurian, tawuran dan pelecehan seksual yang dilakukan siswa SD hingga SMA. Bahkan setiap tahunnya angka ini semakin meningkat. Ironisnya, yang mengalami kecenderungan meningkat adalah jumlah kasus tindak pidana asusila seperti persetubuhan anak di bawah umur.

Tawuran antar pelajar menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perilaku kaum akademisi. Banyak korban tewas, "perang kolosal" ini terus terjadi. Dari fakta yang terjadi, tampak tidak hanya kuantitas kejahatan yang terus meningkat. Jenis kejahatan pun semakin beragam dan semakin tinggi angka kejahatannya. Jika dulu kasus pencurian sandal, sekarang sudah sampai pada pencurian barang-barang elektronik, bahkan motor. Yang sangat menyedihkan lagi, sebagian mereka yang masih di bawah umur sudah melakukan kejahatan seksual. Ironis.....

Lantas siapa yang salah ?
Yang paling dominan dalam kasus kriminalitas yang melibatkan anak-anak adalah pengaruh dari arus globalisasi dan komersialisasi. Kini anak-anak mudah terpengaruh, ingin mengakses informasi lewat internet, ingin mempunyai handphone biar tambah gaul, atau ingin mempunyai motor biar dikatakan kece. Namun, terkadang dari sisi ekonomi orang tua mereka tidak mampu untuk mengaplikasikan keinginan yang bejibun dari anak mereka. Kondisi ini yang mendorong anak tersebut nekat untuk mendapatkan sesuatu dengan cepat "kata kerennya instan" (padahal tidak ada sesuatu yang tanpa proses, pop mie aja nunggu tiga menit biar bisa ngembang).

Menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak penyebab adalah imitasi anak atas segala tindakan kekerasan yang mereka lihat dan faktor pelepasan ekspresi yang tersumbat. (bukan hanya got yang tersumbat, ekspresi juga bisa). Sebagian anak cenderung meniru apa yang dia lihat dan rasakan. Mereka sering menyaksikan adegan kekerasan sehingga berprilaku seperti itu juga. Sebagian anak meniru adegan kekerasan dari tayangan televisi. Jika kita telusuri, kerusakan dan kemiskinan moral memang menjadi pemicu munculnya seabreg kejahatan pada anak. Akan tetapi kemiskinan dan kerusakan moral sesungguhnya hanya merupakan akibat. Faktanya, kesenjangan ekonomi dan kemiskinan serta kerusakan moral banyak terjadi di negara-negara yang menerapkan sistem kapitalis-liberal, termasuk Indonesia raya ini.

Kapitalisme umumnya disertai saudara kembarnya, liberalisme dan sekuralisme. Pemisahan agama dari kehidupan akan mencabut nilai-nilai moral. Ditambah lagi dengan kebebasan berprilaku, norma agama semakin terpinggirkan. Padahal kekuatan ruhiah yang lahir dari pemahan terhadap agama adalah satu-satunya motor penggerak penerapan moral. 

Nah ini, Mengatasi Kejahatan Anak ^_^
Berbeda dengan sistem sekuler-kapitalis, Islam yang menjadikan akidah islam, La Ilahaillallah Muhammad Rasulullah sebagai asas dan dasar syariah Islam sebagai pijakannya memiliki aturan yang sangat rinci dan sempurna, mencakup seluruh aspek kehidupan. Dengan sistem ynag lahir dari Zat yang Mahasempurna dan Mahatau atas ciptaan-Nya, seluruh persoalan yang di hadapi makhluknya dalam kondisi apapun dapat diselesaikan dengan memuaskan. Tanpa ada pihak manapun yang dirugikan.

Islam juga mewajibkan negara untuk menjamin anak memperoleh pendidikan bekualitas dengan mudah. Islam mewajibkan negara untuk menjamin setiap warganegara dapat memenuhi kebutuhan hidupnya seperti makan, pakaian, tempat tinggal dan kesehatan.

Jumat, 12 Juli 2013

masih dalam keraguan itu


Di sisi lain aku  mengerti tentang ini, namun tak mudah aku bisa terpaut kuat memahami, sering kali aku terpengaruh hegomoni duniawi. Yang ada semuanya jadi semu kembali.

Sering terbersit sebuah keinginan dalam diri untuk menancapkan keteguhan iman yang hakiki, anehnya tujuan itu sering terkikis oleh sebuah kemaluan hati yang sebenarnya harus bisa aku singkiri.

Hari ini kembali lagi, kembali berkecamuknya hati yang meronta untuk dimanjakan sang pemiliknya. Aku tau keinginan yang berasal dari hati ini fitrah adanya, dan ini tentunya mencerminkan keadaan sang empunya hati.

Kulirik sebuah kopi di pojakan meja sana, baunya tak lagi mengaroma, warnanya pun telah lekam, berbeda dengan air putih yang ku taruh kemarin, aromanya memang tak ada tapi tak beubah warna, putih ya putih dan tak akan berubah menjadi hitam atau pun merah.

Aku umpamakan hidup ini seperti kopi dan air putih itu, mereka berbeda.
Ahh……….apasih, tulisanku mulai ngalntur ngalor ngidul, ini cerminan diri yang sedang terpukul.

Waktu menunjukan pukul 02.00 kantuk pun tak kunjung jua. Kulirik mereka yang ada di balik tembok sana, ahh…sudah tak ada tanda-tanda kehidupan, mereka telah terbang ke nirwana sana.

Tercengang tatkala mendengar bunyi kentongan, apa itu ? aku kira waktu mulai pagi, ahh… sial ternyata waktu masih menunjukan pukul 02.30, dan ternyata suara itu berasal dari penjual ronde yang setia lewat depan kostan  menemani malam-malam ketika aku lembur.

Terkadang pikiranku terasuki arwah-arwah sesat, mereka menggodaku untuk menjauhi segala perintah-Mu Tuhan, tak jarang akupun larut dalam kenistaan itu, padahal aku paham betul apa yang sedang aku lakukan kala itu.

Rutinitasku dewasa kini sudah tersita catatan-catatan yang menggariskan masa depanku mau aku taruh dimana, entah di atas mejakah, kolong meja, atau bahkan aku simpan rapat-rapat dalam hati.aishhh….aku tak paham betul, yang jelas ini sudah tulisan sang illahi.

Rasa ingin untuk mengulang hidup mundur 15 tahun yang lalu, bermain sesuka hati, tanpa ada yang terpikiri. Berbeda dengan kini, yang sudah terikat tali. Aku pun tak bisa berkutik, aku tercekik, dan terhimpit.
Sayang waktuku tak akan kembali, tak seperti doraemon yang punya alat pemutar waktu. 

Kamis, 11 Juli 2013

BUKANKAH SAMA


Aku tak mengerti dengan apa yang terjadi pada negeri yang damai ini, negeri yang digadang-gadang dengan penduduk muslim terbesar di dunia atau bahkan mungkin sampai di akherat juga.Tak paham betul aku.
          Negeriku ini sunggh beraneka ragam dimulai dari bahasa, tingkah laku, adat istiadat, dan masih banyak lagi yang lainnya (ini bukan lagu lho).Dengan keberanekaragaman ini sampai-sampai para koruptor negeri ini merasa terlindungi hak asasinya dengan mereka mengamankan semboyan “bhineka tunggal ika”.Lantas apa yang membedakan antara si miskin yang tetap mempertahankan bangku sekolahnya dengan si kaya yang menggoyang-goyangkan bangkunya itu.Bukankah kasus ini sama dengan kasus si tikus hitam itu ?Entahlah apa yang harus di perbuat.Disaat mereka terinjak-injak ada pada posisi manakah wahai kau elite politik ?apakah kau sedang berada pada posisi nyaman anda ?
          Kapan anda pernah melihat kami tersenyum lebar ?mengangkat ketiak pun kami tak pernah, sungguh kami takut pada kalian.Kami takut tangan-tangan bersih kami terciprat na*** kalian.Kaki kami pun terasa sempit untuk melenglang di negeri yang luas ini, ya terasa sempit karena peraturan-peraturan konyol kalian.Kami sadar kami hanya bagian terkecil dari kehidupan kalian, mungkin hanya setitik noda yang akan dengan gampang kalian cuci.
          Peraturan konyol kalian membuat kami risih, jika kami melanggar peraturan itu mungkin karena kami buta bahkan mungkin tuli atau mungkin karena gagap dengan peraturan itu.
Satu teriakan dari kami, bahwa kami ini sama.Sama-sama berada pada system yang salah,.    

TUJUAN YANG BERBELOK

Lupakan tujuan awal, beloklah untuk tujuan yang murni karena aqidah yang kuat, "berubah" ya mungkin itu kata yang tepat bagiku saat ini, berubah ke tujuan yang lebih baik lagi, heyy.. kamu sadarlah ini bukan omongan sesama manusia tapi ini perintah Allah SWT dan kamu wajib untuk itu!!

Namun terkadang juga kondisi lingkungan tak bersahabat untuk setiap perubahanku ini, aku takut kalau-kalau nanti kalian akan menjudgeku seperti yang aku tak harapkan.Sungguh ketakutanku ini semakin memuncak tatkala mereka berkoar atas kebebasan yang mereka anut.Ingatlah sketchmu tak akan selamanya kosong, kamu pasti akan menggoresnya dengan entah itu pensil, drawing pen, atau bahkan spidol permanen sekalipun.Tujuan awalmu itu "kotor" bersihkanlah kekotoran itu dengan kamu berbelok dan menyamping atau bahkan putar arah agar kamu menemukan tujuan yang benar-benar sesuai dengan ajaranmu itu.

Bukan mereka yang akan menanggung dosamu nanti di hari akhir, tapi kamulah yang akan menerima konsekuensinya nanti.Jadikan celotehan merekan sebagai motivasi untuk kau menyusuri jalan yang kau cari, teruslah berjalan, jika kau sudah tak mampu merangkaklah, sungguh kakimu pasti akan setia menemanimu untuk mencari jalan yang benar.Ketika ada perempatan yang merancukan pikiranmu, tanyalah pada orang sekitar (baca:orang yang paham aqidah) mereka pasti tak akan menyesatkanmu.Dan jika kamu masih ragu kemanakah langkah kakimu harus melaju ketika di perempatan tanyalah pada kompas (baca:Al-Qur'an).

Sekarang akan aku lakukanlah tujuan yang telah aku revisi itu,meski tak mudah tapi ini tak akan salah.Tuhanku pasti akan di sampingku menyaksikanku untuk meniti jalan-Nya itu agar aku tak gelap arah.

TAKUT TERSINGKIR

Aku takut, takut tersingkir dari peradaban ini, terpukul dan terhempas bayangan itu selalu menghantui, entah dari mana pikiran ini muncul, terngiang selalu bertanya pada hati, bagaimana jikalau nanti aku terhempas, tersingkir, terlempar jauh dari orang-orang yang mendiamkan aku ?

Diam, termenung, mengurung diri, dan atau aku harus mencari sebuah terobosan baru agar aku bisa mempertahan diri dari kejamnya peradaban ini.Ahh..sepertinya itu bagian tersulit dalam hidup.Tapi akankah dengan diamnya aku bisa teguh mempertahankan posisi pada peradaban ini.Tak begitu paham betul aku untuk urusan ini.

Gejolak hati masih menggebu seolah peradaban ingin memburu.Kaki akan tetap berpijak pada sebuah aqidah yang selalu aku yakini akan kebenarannya,tubuh pun akan aku tagapkan tatkala dia merunduk kelelahan menghadapi kerasnya peradaban ini.

Tuhan izinkan aku untuk mempertahankan dan menyebarkan semua apa yang telah Kau perintahkan, meski peradaban ini terus melaju, aku ingin hidupku ini di bingkai dengan apa yang telah kau kalamkan (baca:Al-Qur'an) agar hidupku mempunyai tujuan dan tak terhempas peradaban.

MUNGKIN BESOK


 Tak ada yang tau kapan datangnya ajal, mungkin besok atau bahkan saat ini, hanya Tuhan yang mempunyai jawabnya itu.Aku takut, ketika ajal menjemputku dalam keadaan tak beriman pada-Mu.Baju yang selama ini aku pakai sesaat akan berubah, hanya akan menjadi selembar kain berwarna putih.Rumah yang megah akan menyempit dan nantinya aku pun akan terhimpit,terjepit, dan terpekik.
            Sebuah simulasi kematian mungkin pernah anda rasakan,pinsan adalah simulasi kematian terdekat.Dalam keadaan seperti itu apa yang anda rasakan ?Aku takut ketika malaikat-Mu menjemputku, posisiku jauh dari orang yang aku kasihi (baca:orang tua).
Entah kematian itu kapan datangnya, hanya Tuhan yang tau. Belum cukup bekalku untuk kematian itu. Denting yang berbunyi mungkin itu yang akan dikenang ketika aku nanti pergi, orang akan mengingat kapan kita mati lewat denting itu. Jalan yang telah aku lalui mungkin ada sebagian yang tak Kau ridhoi, aku ingin mempebaiki itu, jadi aku mohon izinkan aku memperbaiki jalan itu agar aku dapat melenglang dengan keridhoan-Mu.

REVOLUSI

Ini adalah awal aku membuka lembaran baru, lembaran yang akan ku susun kata demi kata, kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf, atau bahkan nanti aku akan menghabiskan setumpuk buku untuk menjadi saksi revolusiku ini.

Revolusi terjadi tepatnya pada hari minggu, ya hari yang dianggap sebagian orang adalah hari yang ditungu.Aku menemukan ini ketika ada sosok motivasi yang membuat aku mengharu biru atas rangkaian kata dan itu membuat aku sadar akan kehidupan ini.Selama ini aku telah dibutakan oleh aturan-aturan konyol buatan kalian, tuli terhadap seruan Tuhan yang jelas-jelas tidak akan menyesatkan.Tapi kenapa kalain seolah tutup telinga terhadap itu ?bukankah kalian mengetahui akan hal itu ?apakah kalian lupa akan tiga pertanyaan besar yang selalu menimpa kalian sejak dalam rahim ?

Tuhan izinkan aku untuk merevolusi mereka agar mereka kembali ke jalan-Mu, bukankah ajakan berdakwah itu merupakan suatu kewajiban untuk setiap manusia ?maka permudahlah aku untuk mengemban amanah-Mu.Aku takut nanti mereka menjadi kupur terhadap-Mu.

Terimakasih aku sampaikan untuk mereka yang telah merubahku hingga aku sadar betul akan arti dari sebuah kehidupan, yaa kehidupan yang ada di bawah naungan khilfah rasydah.

Allahuakbar...!!!

BUTUH PENGUAT

Berharap ada penguat untuk diri yang tak tegak, meski hanya sebilah "bambu" tak apa.Kondisi ini membuat aku menjadi canggung, yaa malu pada mereka yang telah merevolusiku hingga aku telah memantapkan hati ketika itu, namun kini hati mulai renggang penguat itu luntur dan mengendur, kemana mereka? apa mereka pergi begitu saja ?disaat seperti ini aku berjumpa dengan tema baru, baru untuk aku yang telah bertekad untuk ikut dengan golongan pertamaku.

Sungguh berbeda tema yang kudapat hari ini, tak seperti kalian yang terus membakar semangatku untuk menegakkan khilafah.Bimbang alasan pertamaku, aku takut mengecewakan mereka, tapi aku juga takut menghianati perjanjian yang telah aku ucap.

Tuhan beri penguat untuk diri, agar tak mudah goyah dan berjalan pun tak akan salah.Berikan kekuatan pada hamba-Mu  untuk terus melenglang di jalan-Mu.

Gumam hati terus menggeliat, melihat mereka yang kurang siasat.Terpekik pada sebuah keadaan yang memaksaku untuk berdiam dan hanya menanti sebuah kepuasan.

Entahlah apa yang salah, apa perlu aku menyalahkan mereka ?sungguh sebuah pengambilan keputusan yang bodoh."Heyyy... mereka itu benar.."terus siapa yang salah ??systemlah yang salah dan kamu wajib merubah.
"dengan apa aku merubah ?"
"dengan bergabung pada mereka golongan pertama?"
"lantas aku harus meninggalkan tema kedua ?"


"luruskan jalan mereka dan ajak gabunglah pada golongan pertama!!"

Semakin runyam saja,
Heyyyy.......aku butuh pondasi untuk memperkokoh keyakinanku!!!!

SENJAKU

Ini masalah tekanan yang sampai senja datang, meski mataku terpejam senja tetap terpandang, entah mengapa waktunya itu selalu aku gadang. Mereka yang berada di ujung Barat jauh sana mungkin sedang menantiku, yaa menanti kedatanganku, lama tak jumpa membuat senja ini semakin tabu dan membuat aku lesu tak ada lagi semangat yang menggebu. Dulu saat mentari tertelan waktu engkau selalu disampingku ibu, tapi kini masa indah itu terlukiskan oleh senja yang entah akan terulang lagi kapan kan bergulat dengan waktu.


Jarak ini yang membedakan datangnya senja, diujung timur ini kusambut senjaku dengan waktu yang mungkin mereka anggap terlalu dini untuk menyambutnya. Barat jauh sana mungkin mereka sedang sibuk dengan keringatnya, cucurannya itu yang akan meyambut pada senja hari. Ketika senja datang mereka selalu bertanya.
"bagaimana pendapatan kita di siang hari ini ?"

"dapat berapa laba yang mereka kumpulkan ?"

"akan makan apa nanti sepeninggal senja ini ?"

bayangan ini yang selalu terngiang dalam ingatan, tekanan ini yang membuat aku yakin akan senja yang akan terulang kembali, kembali pada indahnya senja sore hari.

Tuhan jadikan senja-senja ini senja yang indah, agar nanti aku kisahkan pada mereka di ujung Barat jauh sana.

Semakin menggebu tatkala senja terhiasi lembayung yang terender, dan bayangnya menyelinap pada lamunan-lamunan senja, sehingga menguatkan posisi untuk tak tergeser. Ketakutan akan senja yang tak terulang kadang masih menhantuiku, Rasa takut ini mulai menjalar pada siang sebelum senja beradu.

Aku titip senja untuk mereka yang berada di ujung Barat jauh sana.

KOPI dan SUSU

Aku takut goncangan kuat nanti akan menggoyangkan komitmen yang telah ku susun rapih dalam otakku, takut kalau-kalau nanti aku hilang kendali, hancur tak berarti.
Memang ini hanya lamunan konyol yang mungkin untuk sebagian dari mereka tak penting, yaa bagi mereka ini hanya dentingan sebuah ilusi yang nanti akan tertanam waktu.Tapi bagiku tidak, ini sebuah perjuangan yang telah lama aku nanti susah payanh aku meniti, dalam sepi, sunyi, sendiri, aku meniti ini hanya untuk mendapat ridho dari sang ilahi, mungkin sampai nanti jikalau aku mati, ilmuku nanti akan bermanfaat bagi mereka yang berkomitmen tinggi.

Ahh... ini hanya nostalgiaku di ujung gelas berisi susu, yaa sama seperti melipat baju di bawah bantal.Sungguh saat-saat seperti inilah aku jatuh dan jatuh sejatuh-jatuhnya jatuh (entah itu apa namanya) ^_^

Biarlah entah mungkin mereka akan merubahku seperti apa, seperti power rangerkah, atau pahlawan bertopeng,Yang jelas ini masalah goncangan yang di senja hari muncul, bukan karena aku tak sepaham dengan mereka, bukan juga karena aku haus perhatian mereka, sekali lagi TIDAK !!!

Ini masalah prinsip loh, prinsip ini yang akan aku pegang erat-erat.Bukan celotehan manusia, bukan suruhan guru, dan bukan juga atas patwa sang ustadz, ini masalah aku dengan Tuhan.Wajarkah aku bilang "kalian tahu apa ?".

Segelas susu masih setia berdampingan dengan secangkir kopi, mulut pun masih terasa ngilu mau pilih mana, otak pun menggeleng ketika di hadapkan pada dua pilihan itu.Tangan pun bingung harus mengambil yang mana terlebih dahulu, pikiran rancu mulai menggelayuti bayang-bayang nan semu.

Ahh..perumpamaan ini persis kondisiku saat ini.

HABIS GELAP, TAK KUNJUNG TERANG

Disini aku terbaring, merasakan segala derita yang teramat rancu, tergelepak tak juga tegak. Lama kondisi ini aku derita, hitungan hari, bulan,bahkan tahun, tak kunjung terang gelap ini. Aku butuh lentera untuk kebangkitanku, butuh cahaya yang mampu menegakkanu. Meski cahaya itu muncul dai celah-celah bambu tak apa, setidaknya ada cahaya.

Ak terjatuh dalam kondisi gelap ini, tersungkur mereka yang bercahaya. Sesekali aku terinjak oleh mereka sang penegak. Menoleh ,Ahhhgrr..... sayang mata ini sudah buta. Tolong lambaikan tanganmu ! padaku yang masih tersapu oleh mereka yang seperti hantu.

Heyyy aku disini, tepat di depanmu, jangan bilang kau tak lihat, karena tubuhk jauh lebih berat.

"Wahh... oarang-orang di negeri ini ramah, sopan, dan santun. Melihat orang-orag yang saling tegur sapa antar sesama, berjalan bergandengan antar agama. Kekayaan negeriku sangat supeeerrr sekali, bahkan lebih super dari kata-katanya Om Mario, sang penegaknya murah hati, suka memberi, tak pernah saling membenci bahkan mendengki. Aissshhhhh......Penduduk negeri initak ada yang sakit, busung bahkan kelaparan karena bertahun-tahun tak makan. Semuanya sejahtera.-_-

Anak-anak pergi sekolah dengan wajah sumringah, karena akses yang mereka tempuh sungguh mudah. Pendidikan di negeri ini pun sangat baik. Pengajarnya rajin, pintar, bernudi pekerti luhur pula ,wajarlah pribahasa ini ( guru itu wajib di gugu dan di tiru).

Aisshhhhhh.... tak ada jeleknya negeri ini, pokoknya adem ayem tentrem pula. Para pejabatnya jujur, adil, dan suka menegakkan peraturan yang di buatnya. Tak ada korupsi, kolusi, bahkan nepotisme. Senangnya jadi anak negeri ini."


Wahhh.... ternyata aku terbangun, terbangun dari tidur lelapku. Ternyata itu semua hanya MIMPI. Nyamannya bermimpi di negeri ini. Hingga akhirnya aku bingung antara mimpi dan kenyataan. ^_ ^



TENTANG RAGUKU


Aku mulai ragu dengan apa yang kalian laju. Bukan aku so tahu, tapi ini bertolak belakang dengan apa yang aku dapat di majelis ilmuku. Boleh saja kalian menjudge pemahamanku frontal, tepatnya tak sepaham dengan pemikiran kalian. Jujur aku tak mempersalahkan. Bahkan aku tak meragukan apa yang kalian dapatkan.
          Sore itu aku terus berpacu menuju majelis ilmu. Rasa ragu mulai menggerutu. Ahh … aku bosan dengan pedebatan ini.
          Pernah terbersit pikiran konyalku. Ingin aku copot saja kepalaku ini, agar aku bisa membersihkan sisa-sisa kebodohanku pada otak ini. Hello itu konyol sist, terus ? apa harus saya laundry saja ? ide bagus…lebih cepat lebih baik .OK ..
          Ya Allah, aku ragu. Dan benar-benar ragu seragu-ragunya ragu (entah apa namanya ).
          Tak terasa kajianku yang rutin aku ikuti sekali dalam seminggu, sebenarnya telah menjadi jawaban termukhtahir yang pernah ada di dunia ini. Kajian ini telah lengkap dan rinci menjawab keragu-raguanku, hanya saja aku masih takut pada kalian yang berada di sekitarku. Takut kalian memandangku dengan sebelah mata (mata yg satu nye merem dong).
          Sudahlah ini masalah waktu saja , nanti kamu terbiasa. Tapi kapan ? besok ? bulan depan ? atau malah tidak berubah sama sekali ? kamu bego. Berubah kok nunggu waktu. Terus aku harus gimana ? langkahkan terus kakimu, jangan kau ulang lagi, jalanmu sudah jauh. Hanya orang bodoh yang mau mengulangnya kembali.

ANEH


Aneh...benar-benar aneh. masih saja ada orang mengaku muslim tapi tak setuju Khilafah. Jika ada orang mengaku demokratis tapi tak setuju dengan negara demokrasi, apa nama yg cocok utknya? jika ada orang mengaku sekuler tapi tak suka negara sekuler, apa juga namanya? Nah ini muslim mengaku mencintai Nabi saw tapi benci dan tak suka bahkan menentang Khilafah, apa juga namanya?

Kalo ada kyai atau ulama khawatir ketika khilafah berdiri ketokohannya hilang atau tdk dihargai, maka ketahuilah Khilafahlah yg memuliakan para ulama dan tokoh Islam. sejak Jaman Nabi saw hingga Khilafah terakhir.

Kalo ada PNS spt guru atau peawai dinas teknis spt pertanian khawatir karirnya setelah khilafah berdiri, maka ketahuilah insyaalloh anda semua bisa tetap menjadi pegawai khilafah dg gaji dan fasilitas yg jauh lebih baik dari saat ini. yg lebih penting semua dg syariah shg kerja dpt pahala dan ga perlu korupsi

Kalo ada tentara atau polisi khawatir karirnya ketika khilafah berdiri, ketahuilah bhw anda akan mulia dunia akhirat. medan jihad akan terbuka lebar hingga anda hidup mulia atau mati syahid. dg gaji dan fasilitas memadai, apalagi ada kesempatan memperoleh ghonimah dari perang yg anda ikuti. kalo polisi anda akan mjd penegak hukum alloh dan balasannya jika ikhlas adalah surga. tdk spt skrg tentara dan polisi dihinakan dg hukum kufur. hanya utk sejahtera mrk hrs byk melakukan pelnggaran hukum.

Jika ada hakim dan jaksa juga pengacara paanoid thd nasibnya pasca khilafah berdiri maka pahamilah, anda semua akan dimuliakan dg hukum Alloh, jk anda layak anda bisa diangkat jadi qodhi tapi jika tak menguasai fikih masih sgt banyak profesi lain yg akan dibuka oleh negara khilafah.

Jika ada orang kafir yg khawatir nasibnya ketika hidup dalam khilafah maka ketahuilah Khilafah merupakan penjamin harta, darah dan kehormatan anda. tidak ada satupun sistem yg bisa menjamin itu semua kecuali khilafah termasuk sistem demokrasi ini hanya menghinakan manusia dan menyengsarakan rakyat termasuk anda.sebagai warga negara khilafah (ahlu dzimmah) maka anda memiliki hak dan kewajiban yg sama dg rakyat lain yg muslim. Semua hukum islam berlaku utk anda dan seluruh rakyat kecuali dalam maslah ibadah, makanan, minuman, pakaian (sesuai kebijakan kholifah krn terkait dg kesopanan umum) dan pernikahan yg mana kholifah akan mengangkat hakim khusus dari agama anda utk menyelesaikan masalah pernikahan dan perceraian. disamping khilafah akan menjamin kesejahteraan anda sbg rakyat. anda tdk akan dipaksa masuk islam. lihatlah fakta ttg kristen koptik di mesir dan nasroni palestina masih eksis hingga kini

SEHINGGA PENDEK KATA, JIKA SISTEM KUFUR DEMOKRASI MENGAJAK KITA KE NERAKA SUKA ATAU TIDAK, MAKA KHILAFAH MENGAJAK KITA KE SURGA. BUKAN HANYA DI AKHIRAT TAPI JUGA DI DUNIA.