Minggu, 03 November 2013

Semakin Jauh

Dibalik lemburku terselip amalan-Mu yang terus aku selimuti. Tragis malam-malamku berlalu tak henti waktu, aku bersembunyi di dinginnya malam-Mu, mengumat di balik dinding itu, yaa dinding yang rutin menjadi senderan punggung ini tatkala lembur larut-larutan. Dingin itu menelisik terus mencari titik terlemahku, sesekali ku tangkas dan ku siasati rasa dingin itu dengan secangkir kopi, hampir setiap malam kopi itu terhidang di meja kusam itu.

Malam-malam-Mu ku habiskan bersama kopi butek itu, tatkala pecandu itu habis, bergegas tengok kanan-kiri mencari penjual sekoteng lewat, ini ku lakukan semata-mata untuk menyelinap, berada tahan dengan dingin itu.

Tak mau mengalah dengan bantal yang melambai meminta di manja si empunya bantal. Namun, tatapan sinis terus aku lirikan padanya, memang lama sudah aku tak bermanja-manja ria dengan bantal itu. Fokusku hanya pada kertas kosong yang senantiasa aku cumbu setiap malam, pensilku menari-nari dengan liar, menggores, menarik tebal garis, bahkan saking semangat tarikan pensil itu meroek sebagian kertas. Aku tak menyerah, terus ku ulang hingga berakhir penggambaran itu. Tak tanggung-tanggung hanya demi sebuah "garisan pensil", aku sering melalaikan amalan malam-Mu (baca: tahjud).

Terus berulang rutinitas ini, inchi demi inchi dalam satuan pengukuran ku cermati betul, salah seinchi, bobroklah gambaran itu. Sesekali kepala ini tersungkur pada meja bermotif angry brid.

Aku malu pada malam yang Kau fingsikan untuk merehatkan setiap makhluk ciptaan-Mu. Kau ciptakan malam semata-mata untuk merefresh aktifitas di siang hari. Tapi hal ini sering tak aku lakukan.

Syarat untuk melaksanakan amalan malam-Mu (baca:tahajud) adalah tidur terlebih dahulu, aku malu tak memenuhi persyaratan itu, sesekali aku tertidur, yaris tidurku mendekati waktu fajar. hingga sepertiga malam iu terbuang begitu saja. " Barang siapa meluangkan waktu untuk-Ku, niscaya dia akan mempermudah jalan-Mu". Kalimat itu aku pegang terus, tetapi masih kurang dalam pengaplikasiannya, aku lalai. Sadarkan aku Ya Allah ...


                                                                                                      Semarang, 3 November 2013

0 komentar:

Posting Komentar