Rabu, 02 Oktober 2013

Sederhana Saja



Belum tercerna penafsiran dari kalimat ini “ Islamic Solidarity Games”. Bukan saya tak mengerti makna antar kata pada kalimat yang saya anggap wagu pada kalimat pembuka tulisan ini. Sederhana saja, terbersit arti dalam ingatan hanya kata “solidarity” yang berarti senasib sepenanggungan, bukankah sangat luas jika pengaplikasian kata itu kita sematakan pada pribadi muslim yang jelas akan membangun kesatuan umat Islam yang terkotak-kotak ini. Atau bahkan itu hanya dijadikan teori yang nantinya akan terintegralkan pada generasi di bawahanya.
Malam ini saya menyaksikan hiruk – pikuk penutupan dari acara ini, luar biasa menggema kemeriahannya. Berapa anggaran Negara yang bocor hanya untuk mendanai acara yang katanya akan meningkatan “kesolidan” ini ? Ahh…saya tak paham betul. Sepertinya tak ada transparansi dalam hal ini. Memang saya tertinggal dalam  pembukaan acara ini, hingga tersamar tujuan dari penyelenggaraan acara tersebut. Adakah terselip satu tujuan untuk kesatuan umat dalam melanjutkan kehidupan Islam kembali dan menerapkannya secara kaffah ? Atau ini hanya ajang pertandingan parallel yang tak ada bedanya dengan pertandingan-pertandingan lain, ohh..mungkin yang berbeda hanya tema dari acaranya saja.ya, bisa jadi. Sudahlah…
Coba tengok dibelahan bumi sana !!! mereka merengek, tercekik, berduel dengan si moncong tank baja. Beradu cepat dengan senapan, tersandung waktu nyawa taruhannya. Mereka tergelepar, adakah P3K yang sigap menghampirinya. Mereka mati, tak ada wasit yang meniup pluit untuk menghentikannya dan memberikannya kartu merah. Waktu tak membatasi kaum zionis untuk memborbardir mereka, berbeda dengan ini yang terbatasi waktu.
Bandingkan dengan penyelenggaraan acara ini, dimana letak kesolidan yang dianggap tujuan utama dari acara terebut.
Penonton bersorak-sorai tatkala tim unggulannya dapat menjebol gawang musuhnya. Tak heran mereka yang duduk berdampingan berubah menjadi tuding-tudingan hanya karena timnya tak sengaja menyikut tim lawan. Terus dimana posisi “kesolidan” itu bersembunyi kawan ?
Sederhana saja, lantas perlukah penyelenggaraan ini tumbuh nantinya tanpa jelas tujuan nyata untuk setiap muslim di seluruh belahan dunia ?

                                                                                                              
                                                                                                     Semarang, 1 Oktober 2013

0 komentar:

Posting Komentar