Minggu, 29 September 2013

Coba kau terka

Ah, ini bukan masalah kesiapan hati. Mungkin anda menilai sesorang tanpa pemahaman yang mungkin belum anda temui kebenarannya, yaah ibarat seekor mon*** yang mencoba berpakaian anggun di tengah-tengah rekannya yang bertelanjang. karena berbeda bisa jadi dia dikucilkan bahkan bisa saja dia di bunuh.

Terlontar kata yang sangat menyayat hati, sampai hegemoni duniawi tak mampu membekukan luka ini. sempat terbersit untuk ku tumbangkan saja, ahh...bodoh. kau sungguh kecil dalam masalah ini. "sumpal saja mulut mereka yang mencoba menertawakanmu ". si sinis mulai menggodaku,. tak mungkin perlakuan itu aku tujukan pada mereka, yang jelas-jelas benalu untuk kehidupanku.

Senja ini menjadi bukti ke bisuan yang gegap gempita, mulai menular pada setiap mereka yang bercengkrama pada si orange ini, memikul beratnya keringat sisa siang tadi yang belum kering betul. ahh.. terlalu dini aku ceritakan saat ini, sebaiknya kutahan saja hingga senja esok. bukankah senja pasti berulang besok ? silly, memang raut yang ku terka pada orang itu. mereka mulai mencampakan kehidupannya detik ini, dan menyisakannya untuk esok hari, bukankah besok belum tentu kau jumpai senjai itu? bagaimana jika kau mati detik ini ?atau setelah kau beranjak duduk sepersekiandetik ?bisa jadi-bisa jadi, atau bahkan tidak-tidak-tidak, mungkin iya...iya..iya..

Sudahlah..... :o


0 komentar:

Posting Komentar